top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Aidit dan Njoto Mengarak Jenazah Stalin

Ditolak di Belanda, D.N. Aidit dan Njoto diterima di Cekoslowakia dan Uni Soviet. Sewaktu di Moskow, kedua pemimpin muda PKI ini turut menyongsong jenazah Stalin.

13 Okt 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

D.N. Aidit dan Njoto, dua pemimpin muda PKI. (LIFE).

Diperbarui: 2 hari yang lalu

D.N. Aidit dan Njoto belum genap berusia 30 tahun sewaktu keduanya mengambil alih pimpinan Partai Komunis Indonesia (PKI). Bersama Lukman, mereka kerap dijuluki triumvirat atau tiga serangkai pimpinan PKI. Putusan pengangkat mereka tertuang dalam Sidang Pleno Central Comite (CC) PKI 1953. Aidit diangkat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKI, Lukman Wakil Sekjen I, dan Njoto Wakil Sekjen II. Dari ketiganya, Njotolah yang paling muda. Usianya baru 28 tahun saat itu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Persekutuan Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja

Persekutuan Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja

Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja bersekutu melawan Belanda. Keduanya telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Pengusaha Hiburan Malam Naik Haji

Pengusaha Hiburan Malam Naik Haji

Pengusaha hiburan malam yang mengorbitkan banyak penyanyi beken ini mengalami kejadian aneh saat menunaikan ibadah haji.
bottom of page