- 15 Jul
- 6 menit membaca
PASCA Perdana Menteri (PM) Sutan Sjahrir meletakkan jabatannya, terjadi kekosongan pemerintahan. Anggota Badan Pekerdja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP) Adam Malik melihatnya ada kesempatan untuk mengegolkan ambisi politiknya. Ia pun menemui Presiden Sukarno untuk mengusulkan agar Tan Malaka jadi penggantinya.
Adam Malik merupakan simpatisan Persatuan Perjuangan (PP) yang digagas Tan Malaka. PP jadi oposan kabinet Sjahrir sejak Januari 1946. Tak hanya diampu para tokoh besar seperti Tan Malaka, Achmad Soebardjo, Iwa Kusuma Sumantri, dan Moh. Yamin, PP juga menghimpun banyak partai, laskar, maupun organisasi-organisasi perjuangan.
Sebagai simpatisan PP, pemuda Adam Malik langsung mendatangi Bung Karno pasca-Sjahrir meletakkan jabatannya pada 28 Februari 1946. Dalam Mengabdi Republik, Jilid II: Angkatan 45, Adam mengisahkan bahwa ia mengusulkan pada Sukarno agar mengangkat Tan Malaka untuk membentuk kabinet koalisi baru.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















