top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Lapor Kebakaran Berhadiah Uang

Upaya memadamkan kebakaran pada masa lalu melibatkan tukang genjot pompa. Ada hadiah uang bagi yang melaporkan kebakaran.

Oleh :
Historia
31 Okt 2022

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Petugas pemadam kebakaran di Surabaya. (KITLV).

  • 31 Okt 2022
  • 3 menit membaca

Kebakaran terjadi di kawasan permukiman padat penduduk di Tambora, Jakarta Barat, Kamis (27/10/2022) siang. Warga bahu-membahu memadamkan api dengan ember serta menghubungi petugas pemadam kebakaran. Kebakaran menyebabkan lima rumah hangus.


Berbeda dengan masa kini di mana kebakaran dapat dilaporkan melalui telepon atau aplikasi pesan di ponsel pintar. Di masa lalu, informasi kebakaran kerap terlambat diketahui oleh brandweer atau pemadam kebakaran karena terbatasnya alat komunikasi.


G.H. Von Faber dalam Oud Soerabaia menyebut rumah pribumi di Surabaya pada abad ke-18, yang sebagian besar dibangun dari bahan-bahan yang mudah terbakar, membuat upaya memadamkan api membutuhkan waktu yang lama. Alat yang digunakan untuk memadamkan api pun biasanya ember, panci, hingga wajan yang mudah ditemukan di dapur.


“Keterlibatan Daendels di Surabaya membuatnya perlu –meskipun dalam skala sederhana– untuk mengorganisir dinas pemadam kebakaran,” tulis Faber.



Kunjungan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels ke Surabaya pada 1810 mendorong dibentuknya Dinas Pemadam Kebakaran atau De Branweer. Daendels juga memerintahkan penyusunan peraturan terkait Dinas Pemadam Kebakaran. Peraturan ini mulai berlaku pada 4 September 1810 dan menjadi model bagi semua peraturan serupa lainnya dalam satu abad terakhir.


Dukut Imam Widodo dalam Hikayat Soerabaia Tempo Doeloe menguraikan,isi peraturan tentang Dinas Pemadam Kebakaran, di antaranya pompa-pompa pemadam kebakaran di tempatkan di empat lokasi vital di Kota Surabaya, seperti pusat penjagaan tentara, tempat penjagaan jembatan, samping kediaman gezaghebber (penguasa) di Jawa bagian timur, serta bengkel konstruksi tentara.


Peraturan tersebut juga menetapkan bahwa pompa-pompa pemadam kebakaran beserta perlengkapan lainnya juga harus diletakkan di empat lokasi vital di luar kota, seperti Passerbaan(lahan pasar), wilayah kampung Cina, wilayah kampung Melayu, serta area sekitar Rumah Sakit Simpang.


Pompa pemadam kebakaran yang digunakan petugas pemadam kebakaran di Surabaya. (G.H. Von Faber, Oud Soerabaia).
Pompa pemadam kebakaran yang digunakan petugas pemadam kebakaran di Surabaya. (G.H. Von Faber, Oud Soerabaia).

Tak hanya mengatur penempatan pompa pemadam kebakaran, peraturan tersebut juga mengatur susunan petugas Dinas Pemadam Kebakaran,yang terdiri dari 4 orang brandspuitmeester atau kepala pemadam kebakaran, 8 orang onder brandspuitmeester atau wakil kepala pemadam kebakaran, 8 orang sersan, dan 8 orang kopral.


Para petugas pemadam kebakaran itu memiliki tanda pengenal untuk membedakan posisi mereka. Kepala pemadam kebakaran membawa tongkat kayu yang di bagian kepalanya terdapat lambang Kerajaan Belanda. Wakil kepala pemadam kebakaran juga memiliki tongkat, bedanya tongkatnyadicat merah. Sementara itu, tanda pengenal petugaspemadam kebakaran berupa emblem dari kulit bertuliskan De Brandweerdandipasang di lengan.



Selain bagian-bagian tersebut, dipekerjakan juga 40 orang pribumi sebagai tukang genjot pompa pemadam kebakaran. “Mengapa sampai dikerahkan sebegitu banyak orang? Masalahnya alat pemadam kebakarannya belum menggunakan tenaga mesin,” tulis Dukut.


Cara kerja pompa pemadam kebakaran itu sama seperti pompa air di zaman sekarang. Tangkai pompa digenjot sekuat tenaga agar air yang keluar semakin banyak. Biasanya 40 orang pribumi sebagai tukang genjot pompa itu diajarkan cara penggunaannya sehingga mereka cukup terampil dan terlatih mengoperasikan pompa tersebut.



Aturan lain yang unik dalam upaya penanggulangan kebakaran di Kota Surabaya adalah adanya hadiah untuk mereka yang melaporkan kebakaran. Bila ada warga yang melaporkan terjadinya kebakaran akan mendapat hadiah uang 5 ringgit. Tak hanya orang yang melaporkan kebakaran yang mendapatkan hadiah, petugas pemadam kebakaran yang tiba lebih awal ke lokasi kejadian juga kebagian persenan.


Dukut menyebut petugas pemadam kebakaran yang datang lebih awal ke lokasi kebakaran akan mendapat uang 50 gulden. Sedangkan petugas kedua yang tiba di lokasi kejadian akan menerima uang 25 gulden. Pemberian hadiah ini sebagai upaya pemerintah Kota Surabaya untuk mendorong partisipasi masyarakat guna membantu tugas para pemadam kebakaran.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Persekutuan Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja

Persekutuan Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja

Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja bersekutu melawan Belanda. Keduanya telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Pengusaha Hiburan Malam Naik Haji

Pengusaha Hiburan Malam Naik Haji

Pengusaha hiburan malam yang mengorbitkan banyak penyanyi beken ini mengalami kejadian aneh saat menunaikan ibadah haji.
bottom of page