top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Pangeran Pakuningprang Dibuang Karena Narkoba

Veteran Perang Aceh berbintang asal keraton Surakarta ini terlibat banyak masalah hingga dibuang.

24 Okt 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Perang Aceh tak hanya melibatkan Belanda dan Kesultanan Aceh. Kerajaan-kerajaan di Jawa juga dilibatkan. Termasuk Pakualaman, yang mengutus Pangeran Pakuningprang sebagai wakilnya. (Tropenmuseum/Wikimedia Commons).

Diperbarui: 9 Jan

PESANGGRAHAN Muntok di Bangka merupakan saksi bisu perjalanan republik ini. Di pesanggrahan milik perusahaan Banka Tin Winning sanalah Bung Hatta dan beberapa pejabat tinggi republik ditahan setelah Agresi Militer Belanda kedua. Namun, bukan kali itu saja pesanggrahan yang dibangun oleh perusahaan timah pada tahun 1890- itu dijadikan tempat pembuangan. Setengah abad sebelumnya, pesanggrahan tersebut juga dijadikan tempat pembuangan. Adalah Pangeran Ario Pakuningprang dari Kadipaten Pakualaman yang mengalami pembuangan di sana.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page