top of page

Hasil pencarian

9916 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

  • Sketsa Kehidupan Henk Ngantung

    SKETSA lelaki paruh baya terpajang di ruang pameran Museum Naskah Proklamasi (Munasprok) di Jalan Imam Bonjol No. 1, Menteng, Jakarta Pusat. Informasi pada sketsa menerangkan sosok pria tersebut: Hendrik “Henk” Hermanus Joel Ngantung atau lebih dikenal dengan Henk Ngantung. Yang menarik, sketsa itu dilukis oleh Henk sendiri. Edukator Munasprok, Paskasius Fajar Sunandar menyebut sketsa diri itu merupakan potret Henk saat berusia 55 tahun. Henk mengerjakan sketsanya dengan cara bercermin sambil menggambar secara langsung. Pada sketsa ini tampak goresan garis ekspresif yang membentuk wajah Henk Ngantung mengenakan kacamata hitam. Bila Henk kelahiran 1921, maka sketsa tersebut bertitimangsa 1976. Sketsa potret Henk Ngantung menjadi salah satu koleksi yang disimpan oleh keluarga. Sebagian telah dijual atau dihibahkan ke Museum Seni Rupa Keramik. Selain dikenal sebagai seniman, Henk Ngantung adalah gubernur Jakarta periode 1964–1965, sekaligus gubernur Jakarta satu-satunya yang berlatar belakang seniman. Dia termasuk seniman yang dekat dengan Presiden Sukarno, sehingga hidupnya memprihatinkan setelah peristiwa G30S 1965.

  • Ujung Sketsa Hidup Henk Ngantung

    BAHKAN di masa tuanya, Henk Ngantung masih mengalami perundungan dan tak lepas dari stigma. Geni Ngantung, anak kedua Henk, masih ingat kejadian memilukan itu, menjelang wafatnya sang ayah. Pada akhir November 1991, Henk berkesempatan memamerkan lukisan-lukisannya di Galeri Jaya Ancol, Jakarta Utara. “Sebelum tanggal 29 November [1991] sebenarnya sudah mau pameran. Intel bilang dianggap berbahaya. Katanya, Henk mau reuni sama orang PKI dan Lekra,” tutur Geniati Heneve Ngantung, yang akrab dipanggil Geni, kepada Historia.ID. Itu adalah pameran terakhir Henk Ngantung. Tidak banyak yang tahu, Henk yang sudah sepuh itu mengalami tekanan sepanjang pameran berlangsung. Aparat intelijen militer dari Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) disusupkan untuk mengawasi jalannya pameran. Henk yang sehari-harinya berpembawaan tenang, memendam amarah dan sakit hati. Keluarganya pun tak habis pikir mengapa Henk sampai diperlakukan sebegitu rupa.

  • Eksperimen dari Jombang

    ANAK-ANAK muda berseragam cokelat berdiri takzim di halaman Istana Negara, Jakarta. Mereka bukan pelajar biasa, apalagi pejabat istana. Mereka adalah peserta Transmigrasi Pramuka (Transpram), program transmigrasi yang melibatkan anggota Gerakan Pramuka. Dengan seksama, mereka menyimak pidato Presiden Soeharto dalam upacara pelepasan yang diadakan Sabtu pagi, 14 Oktober 1972. Di depan podium, Presiden Soeharto menyampaikan bahwa proyek ini bukan hanya soal relokasi. Bukan sekadar memindahkan warga dari pulau padat ke pulau yang lengang. “Transmigrasi bukan pemindahan kesengsaraan dan kemiskinan dari Jawa ke daerah lain,” ujarnya, dikutip Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973. Selepas acara, para peserta Transpram berangkat menuju Pelabuhan Merak. Mereka kembali mengikuti upacara sebelum menyeberang ke Lampung. Setiba di tujuan, mereka bermalam di mes transmigrasi Pidada, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung.

  • Kawasan Gelora Bung Karno untuk Publik

    KAWASAN Gelora Bung Karno (GBK) senantiasa ramai dengan aneka kegiatan warga Jakarta dan sekitarnya. Tidak hanya saat akhir pekan, tapi juga di hari-hari kerja. Jamak ditemui tiap pagi maupun petang penduduk sekitar maupun para pegawai kantor di sekitarnya berolahraga di lingkar luar maupun lingkar dalam Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Suasananya tentu asri dengan banyak ruang terbuka hijau (RTH) di sekelilingnya. Itu menambah warna bagi kompleks olahraga warisan Presiden Sukarno enam dekade silam yang tak hanya lazim digunakan untuk event-event olahraga namun juga kegiatan politik hingga pentas musik. Teranyar, tim juara Piala Dunia 2022, Argentina, akan mampir pada FIFA matchday 19 Juni 2023; lalu pada 15 November 2023 giliran band kenamaan dunia Coldplay akan manggung di sana.

  • Orang yang Mengusulkan Nama Gelora Bung Karno

    SUATU pagi sambil minum kopi, beberapa orang menteri berkumpul di serambi belakang Istana Merdeka. Di antara mereka hadir Menteri Olahraga Maladi, Menteri Dalam Negeri dr. Soemarno Sosroatmodjo, Menteri Agama Saifuddin Zuhri, dan beberapa pejabat sipil dan militer. Mereka tengah membicarakan nama untuk kompleks olahraga yang terletak di Senayan untuk penyelenggaraan Asian Games IV. Mereka sepakat memberi nama Pusat Olahraga Bung Karno, namun Saifuddin tidak setuju. “Nama itu tidak cocok dengan sifat dan tujuan olahraga,” kata Saifuddin dalam otobiografinya, Berangkat dari Pesantren. Semua mata tertuju kepadanya.

  • Stadion GBK Kebakaran

    STADION kebanggaan nasional, Gelora Bung Karno (GBK), direnovasi jelang perhelatan Asian Games 2018. Dalam proses renovasi, Stadion GBK sempat kebakaran pada 3 Maret 2017. Penyebabnya: puntung rokok dan korsleting listrik. Insiden serupa pernah melanda venue yang sama ketika stadion ini dibangun pada 1961 untuk Asian Games 1962. Rumor yang beredar, insiden itu karena sabotase. “Beberapa bulan sebelum berlangsung Asian Games, terjadi sabotase terhadap pembangunan Stadion Utama, sebagian kecil bangunan yang megah tersebut terbakar,” tulis Benny G. Setiono dalam Tionghoa dalam Pusaran Politik.

  • Sukarno dan GBK

    TAGAR #SaveGBK menjadi trending topic di twitter. Tagar itu muncul sebagai bentuk penolakan atas rencana konser boy band asal Inggris, One Direction, pada 25 Maret mendatang, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). Pasalnya, penyelenggaraan konser itu berdekatan dengan jadwal kualifikasi Piala Asia U-23. Para netizen menganggap GBK adalah stadion sepakbola, bukan untuk konser. Sukarno membangun GBK karena Federasi Asian Games menetapkan Jakarta sebagai tuan rumah Asian Games IV pada Agustus 1962. Syarat minimum yang harus dipenuhi tuan rumah adalah ketersediaan kompleks multiolahraga. Maka, Sukarno mengeluarkan Keppres No. 113/1959 tanggal 11 Mei 1959 tentang pembentukan Dewan Asian Games Indonesia (DAGI) yang dipimpin Menteri Olahraga Maladi. Sebagai insinyur teknik sipil, dan juga karena memiliki ambisi dan selera tinggi dalam proyek-proyek pembangunan, Sukarno tak tinggal diam. Dia turun tangan, mulai dari pemilihan tempat sampai perancangan.

  • Di Balik Pembangunan Stadion GBK

    SALAH satu agenda Nikita Khrushchev dalam kunjungan ke Indonesia adalah meninjau proyek-proyek pemerintah. Dalam sebuah kesempatan, Presiden Sukarno mengundang rombongan Khrushchev menyaksikan lokasi rekonstruksi kompleks olahraga. Sebuah stadion dengan atap melingkar menjadi pusatnya. “Sukarno meminta agar kami membangun stadion di ibu kota negaranya, Jakarta, yang akan menampung ribuan penonton,” kenang Khrushchev dalam memoarnya Memoirs of Nikita Khrushchev: Volume 3. Pada Februari 1960, proyek itu masih berbentuk maket ketika Khrushchev meninjaunya. Kini, ia menjadi stadion kebangaan milik rakyat Indonesia: Gelora Bung Karno (GBK).

  • Sepakbola Jepang dan Indonesia

    KEJUTAN kembali terjadi dalam Piala Dunia 2022 di Qatar. Setelah Arab Saudi mengukir sejarah dengan mengalahkan Argentina 2-1, giliran Jepang menumbangkan Jerman dengan skor yang sama, 2-1. Jepang merupakan salah satu tim tersukses di Asia. Jepang berhasil menjuarai empat kali Piala Asia (1992, 2000, 2004, 2011), runners-up Piala Konfederasi FIFA (2001), dan tujuh kali tampil di Piala Dunia. Pertama kali tampil di Piala Dunia 1998 di Prancis membuat Jepang menempati rangking sembilan FIFA. Penampilan terbaik Jepang di Piala Dunia lolos ke babak 16 besar pada 2002, 2010, dan 2018. Kemajuan Jepang dalam waktu singkat menjadi inspirasi dan contoh bagaimana mengelola sepakbola. Sepakbola Jepang baru sepenuhnya profesional pada 1990-an setelah belajar kepada sepakbola Indonesia. Ironisnya, prestasi sepakbola Jepang kemudian meninggalkan jauh sepakbola Indonesia. Kalau perlu, Indonesia balik berguru pada Jepang selaku salah satu raksasa Asia saat ini.

  • Maria Amin, Penyair Wanita Zaman Jepang

    HARI Puisi Sedunia diperingati setiap 21 Maret. Perayaan ini pertama kali digelar pada 1999 oleh UNESCO untuk mempromosikan puisi sebagai cara berkomunikasi lintas batas dan perbedaan kebudayaan. Indonesia memiliki penyair-penyair hebat. Misalnya, Chairil Anwar, Si Binatang Jalang yang dipandang sebagai salah satu penyair pelopor Angkatan ‘45. Sajak-sajaknya yang revolusioner dan menggugah semangat perjuangan membuatnya berurusan dengan penguasa Jepang. Selain Chairil Anwar, ada juga penyair wanita, Maria Amin, yang produktif menulis sajak dan prosa pada 1940-an. Maria lahir di Bengkulu tahun 1921. Tamatan sekolah menengah atas ini memiliki perhatian terhadap pergolakan politik. Ia menuliskan pandangannya dalam bentuk puisi dan prosa.

  • Revolusi Sepakbola Jepang

    SAMBIL menyelam minum air. Mumpung masih di Jepang, Menteri BUMN Erick Thohir tak hanya ikut mendampingi Presiden Joko Widodo di KTT G7, ia selaku Ketua Umum PSSI juga bertemu petinggi sepakbola Jepang dalam rangka kerjasama dengan JFA (Japan Football Association, induk sepakbola Jepang). Di luar ingar-bingar emas sepakbola SEA Games dan rencana FIFA matchday kontra Argentina, PSSI mengalihkan kiblat pengembangan sepakbola ke Negeri Sakura. Mengutip laman resmi PSSI, Senin (22/5/2023), Erick bersua Presiden JFA, Tashima Kohzo, di Prince Takamodo Memorial JFA YUME Field, Chiba, Jepang untuk menandantangani Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama PSSI-JFA. Namun apa saja yang dikerjasamakan tak dibeberkan, kecuali poin-poin yang jadi tujuan bersama. Di antaranya pengembangan sepakbola putri, peningkatan kualitas wasit, dan benchmarking manajemen liga.

  • Sejarah Panjang Mi Kuah Khas Jepang

    JEPANG tak hanya maju dalam sains dan teknologi, tetapi juga terkenal memiliki beragam kuliner, seperti ramen, sushi, yakiniku, gyoza hingga yakitori. Salah satu makanan andalan restoran-restoran Jepang di Indonesia adalah ramen. Makanan berbahan dasar mi ini dipadukan dengan kuah kari, miso, shoyu maupun shio yang memiliki rasa gurih. Agar lebih menggiurkan, ramen diberi topping seperti rumput laut, jagung, irisan daging ayam atau sapi, hingga telur rebus. Nikmatnya mi kuah dengan beraneka topping lezat itu membuat ramen digemari banyak orang hingga didapuk sebagai salah satu ikon kuliner Jepang. Ternyata, awalnya ramen tak langsung digemari banyak orang di Jepang. Makanan ini juga memiliki sejarah panjang. George Solt, akademisi dan penulis buku The Untold History of Ramen menyebut ada tiga kisah asal-usul yang berbeda tentang kemunculan ramen di Negeri Matahari Terbit. Kisah pertama diungkapkan sejarawan makanan Kosuge Keiko yang menyebut sejarah kehadiran ramen berkaitan dengan Tokugawa Mitsukuni alias Mito Komon (1628–1701), seorang daimyo atau penguasa lokal yang berpengaruh dalam politik pada zaman Edo. Tokoh sejarah yang populer ini disebut sebagai orang pertama yang makan ramen di Jepang. Catatan aktivitas Mitsukuni pada abad ke-17 menunjukkan bahwa seorang pengungsi Tiongkok dari masa pemerintahan Ming yang tinggal di Mito, yakni Zhu Shun Shui, memberikan saran kepada Mitsukuni tentang cara menyiapkan mi kuah ala Cina yang mungkin mirip dengan ramen.

bg-gray.jpg
Tedy masuk militer karena pamannya yang mantan militer Belanda. Karier Tedy di TNI terus menanjak.
bg-gray.jpg
Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
bg-gray.jpg
Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan buah kasih dokter misionaris Belanda bernama J.G. Scheurer yang dijuluki Dokter Tolong.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
bg-gray.jpg
Poligami dipraktikkan oknum tentara sejak dulu. Ada yang dapat hukuman karenanya.
bottom of page