top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Koleksi Seni Istana Tak Terpelihara Era Orba

Karakter istana dari visinya sebagai ruang budaya berubah drastis pada masa Orde Baru.

21 Agu 2016

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Diperbarui: 9 Des 2025

PRESIDEN Sukarno dengan koleksi lukisan dan barang-barang seninya mampu mencerminkan citra istana sebagai ruang budaya. Begitu pula dengan kegemarannya terhadap pagelaran seni dengan sering menyelenggarakan acara seni budaya, juga hiburan rakyat di istana kepresidenan. Namun, pergantian rezim ke Orde Baru (Orba) membuat fungsi istana berubah menyesuaikan karakter kekuasaan yang primordial dan teknokratis. Istana pun menjadi simbol politik pemerintahan yang kaku.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Dari Brussel ke Jalan Astrid di Kebun Raya Bogor. Raja dan Ratu Belgia dari berbagai masa punya cerita di Indonesia.
Riwayat Konglomerat Dasaad

Riwayat Konglomerat Dasaad

Jaringan bisnis Dasaad membentang di dalam dan luar negeri. Ia tercatat sebagai pengusaha Indonesia pertama yang membuka kantor cabang di Amerika Serikat.
Brigitte Bardot yang Kontroversial

Brigitte Bardot yang Kontroversial

Brigitte Bardot tak sekadar ikon perfilman yang dijuluki “Marylin Monroe-nya Prancis”. Ia juga “lokomotif sejarah perempuan”.
bottom of page