top of page

Foto “Gadis Napalm” yang Kontroversial

Cerita di balik potret bocah-bocah yang menangis histeris saat terjadi serangan napalm di Perang Vietnam. Kini atribusi fotonya jadi polemik.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Nguyễn Thành Nghệ (kanan) yang dipercaya fotografer stringer yang sesungguhnya menjepret foto kontroversial itu (ifccenter.com)

2 Des 2025
5 menit membaca

Diperbarui: 17 Feb

SESOSOK gadis kecil tanpa pakaian histeris seraya berlari bersama empat bocah yang masih kerabatnya dan empat prajurit Vietnam Selatan juga mengevakuasi diri. Phan Thị Kim Phúc, nama gadis berusia 9 tahun itu, menjerit-jerit karena kulitnya melepuh sementara di belakangnya asap hitam nan mengepul dan kobaran api terus mengejarnya. 

 

Kengerian itu terekam dalam sebuah foto yang menjadi salah satu dokumentasi paling dikenal dalam Perang Vietnam (1955-1975). Foto bertajuk “Terror of War” atau populer disebut foto “Napalm Girl” itu populer karena Phúc kecil turut jadi korban pemboman napalm atau bom bakar oleh pesawat-pesawat atau Angkatan Udara (AU) Vietnam Selatan, KVLNCH, di Desa Trảng Bàng pada 8 Juni 1972 gegara desa itu diklaim telah diduduki pasukan Vietkong. 

 

Foto itu merupakan karya fotografer Associated Press (AP), Huỳnh Công Út atau Nick Ut. Ia berada di lokasi kejadian bersama beberapa fotografer dan jurnalis lain ketika serangan udara itu terjadi. Fotonya sempat tertunda untuk dirilis karena perdebatan tentang layak-tidaknya menampilkan foto seorang gadis tanpa sehelai pakaian pun di tubuhnya. Pada akhirnya, para dewan redaksi AP memutuskan merilisnya. Hasilnya, Ut memenangkan beraneka penghargaan, di antaranya Pulitzer Prize dan foto terbaik World Press Photo pada 1973. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page