Sebelum disalibkan, Yesus turut dalam perjamuan terakhir bersama para muridnya. Ritus perjamuan kudus yang masih diperingati umat Kristen sampai sekarang.
Kenaikan Yesus ke surga meninggalkan pengharapan bagi umat Kristen akan kedatangannya kali yang kedua. Bagaimana sejarah mencatat peristiwa kenaikan Yesus?
Majalah sastra di Indonesia merepresentasikan suasana zamannya. Sastrawan generasi pertama belum menemukan formatnya hingga sastrawan Pujangga Baru menjadi pionir.
Setiati menggerakkan kaum perempuan untuk memperingati satu tahun kemerdekaan Indonesia di tempat pembacaan proklamasi. Mereka terus bergerak meski dihadang tentara Gurkha.
Peristiwa ini berawal dari ketegangan yang dipicu oleh kecemburuan sosial dan tekanan ekonomi. Aksi kekerasan, penjarahan, dan pembakaran meninggalkan luka sosial yang mendalam.
Banyumas is one of Central Java’s rice-producing regions. However, floods and malaria caused famine in the area. This issue caught the attention of a member of the House of Representatives.
Percobaan bom nuklir-hidrogen oleh Amerika Serikat di Kepualaun Eniwetok di Pasifik merisaukan seorang anggota DPR. Mendorong pemerintah galang sikap penolakan di pentas internasional.
Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, milisi Serbia memandu orang-orang kaya untuk “Sarajevo Safari”. Ibu hamil jadi yang termahal untuk diburu via senapan.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Pengajaran sejarah sebagai indoktrinasi berdampak fatal pada cara berpikir sebagian besar masyarakat. Ingatan kolektif masyarakat didominasi oleh ingatan resmi rezim Orde Baru.
Perpaduan antara ketekunan belajar teks keislaman dan partisipasi langsung di kehidupan masyarakat muslim membuatnya menjadi orientalis yang tak tertandingi.
Bagi umat muslim di Indonesia, lebaran adalah festival kultural tahunan yang paling meriah yang menyatukan segala perbedaan: golongan, bahasa, etnis, ras, dan bahkan perbedaan agama.
DALAM sebuah forum diskusi yang diselenggarakan Reinwardt Academie, Amsterdam pekan lalu, seorang peserta mengajukan kegusarannya mengapa isu repatriasi artefak budaya yang kini sedang banyak diperbincangkan terkesan didominasi oleh Barat.
Kampanye negatif terhadap homoseksualitas pada era 1930-an tak hanya terjadi di Hindia Belanda, namun menjadi gejala umum yang merentang mulai Eropa sampai Asia.
Hoax jadi cara efektif untuk memobilisasi dukungan massal lewat manipulasi informasi dengan tujuan mendelegitimasi peran seseorang atau kelompok masyarakat.
Solidaritas yang dibangun melalui sentimen rasialis dan keagamaan serta perasaan paling unggul dari yang lain semakin menggejala. Celakanya, ia ada peminatnya.