top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Sebuah Pledoi untuk Snouck

Perpaduan antara ketekunan belajar teks keislaman dan partisipasi langsung di kehidupan masyarakat muslim membuatnya menjadi orientalis yang tak tertandingi.

Oleh :
Historia
2 Jul 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Ilustrasi Snouck Hurgronje. (M.A. Yusuf/Historia.ID).

  • 3 Jul 2023
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 5 Mar

SEKITAR 40 orang keturunan Snouck Hurgronje berkumpul dalam peluncuran Biografi Ilmuwan Christian Snouck Hurgronje karya Wim van den Doel di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Sabtu pekan lalu. Memandang raut wajah mereka mengingatkan saya kepada pidato Bung Karno, 17 Agustus 1964: “… jangankan 1-2 generasi, 10 generasi pun tak bisa meniadakan ‘rahang Batak’, atau ‘sipit Tionghoa’, atau ‘mancung Arab’, atau ‘lidah Bali’, atau ‘kuning langsat Menado’, atau ‘ikal Irian’, dan sebagainya.” Ya, Bung Karno benar, hidung mancung pada raut wajah blasteran Indo-Belanda masih jelas terlihat dari keturunan ketiga dan keempat dari perkawinan Snouck Hurgronje dengan Sangkana dan Siti Sadiah, dua gadis Pasundan yang dinikahinya pada 1890 dan 1898.


Kehadiran keturunan Snouck Hurgronje dalam acara tersebut cukup mengesankan buat saya. Beberapa kali saya mendengar bahwa Snouck memang punya anak dari pernikahannya dengan dua perempuan bumiputra semasa dia tinggal di Hindia Belanda. Namun saya belum pernah melihat mereka hadir di muka publik sebagaimana yang saya temui dalam acara tersebut.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Snouck Hurgronje di Jeddah dan Makkah

Snouck Hurgronje di Jeddah dan Makkah

Snouck Hurgronje pergi ke Jeddah dan Makkah untuk mengamati dan menggali informasi mengenai umat Islam dari Hindia Belanda.
The Bitter Life of Sutan Sjahrir

The Bitter Life of Sutan Sjahrir

Towards the end of his life, Sutan Sjahrir lived as a prisoner under medical care. As bitter as it was, that period was the only time his daughter ever experienced life as part of a complete family.
Demi Mudik, Serdadu Indo-Jawa KNIL Pilih Desersi

Demi Mudik, Serdadu Indo-Jawa KNIL Pilih Desersi

Bertumbuh di Jawa membuatnya punya kerinduan besar pada kampung halaman. Adanya  tawaran berpadu kenekatannya membawa George Reuneker memilih desersi demi mudik.
Di Balik Dukungan Palestina terhadap Revolusi Kemerdekaan Indonesia

Di Balik Dukungan Palestina terhadap Revolusi Kemerdekaan Indonesia

Seperti apa sebetulnya dukungan Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia yang sampai diperdebatkan ilmuwan dan pegiat media sosial beberapa waktu lalu?
Senjakala Telenovela

Senjakala Telenovela

Meski menuai pro-kontra, telenovela tetap menguasai tayangan televisi Indonesia. Kejayaan opera sabun Amerika Latin ini berakhir karena penonton jenuh dan beralih ke drama Mandarin dan Korea.
bottom of page