top of page

Jenderal Keroncong Tetap Segar

Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.

loading_historia_white.gif
transparant.png

"Jenderal Keroncong" Rudy Pirngadie. (iramanusantara.org)

  • 1 Mei
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 5 Mei

SIANG 12 November 1945, segerombol serdadu Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger (KNIL), pelindung pemerintah sipil Nederland Indies Civil Administration (NICA), menyatroni rumah di Jalan Kwitang nomor 10, Jakarta. Rumah itu adalah rumah Ketua Komite Nasional Indonesia Daerah (KNID) Jakarta Raya Mr. Mohamad Roem. Tuan rumah sedang makan siang waktu serdadu-serdadu KNIL datang.

 

“Orang-orang yang menyertainya makan siang selain Ibu Roem antara lain (Rudy, red.) Pirngadie dan Islam Salim,” catat Saifuddin Zuhri dalam Berangkat Dari Pesantren.

 

Santap siang itu pun bubar seketika akibat kedatangan serdadu-serdadu KNIL. Tak lama setelah pintu terbuka, kaki tuan rumah “dioleh-olehi” timah panas oleh serdadu-serdadu KNIL tadi. Sang wakil Indonesia dalam perundingan Roem-Royen itu pun pincang jalannya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
transparant.png
bottom of page