- 1 Mei
- 4 menit membaca
Diperbarui: 5 hari yang lalu
SIANG 12 November 1945, segerombol serdadu Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger (KNIL), pelindung pemerintah sipil Nederland Indies Civil Administration (NICA), menyatroni rumah di Jalan Kwitang nomor 10, Jakarta. Rumah itu adalah rumah Ketua Komite Nasional Indonesia Daerah (KNID) Jakarta Raya Mr. Mohamad Roem. Tuan rumah sedang makan siang waktu serdadu-serdadu KNIL datang.
“Orang-orang yang menyertainya makan siang selain Ibu Roem antara lain (Rudy, red.) Pirngadie dan Islam Salim,” catat Saifuddin Zuhri dalam Berangkat Dari Pesantren.
Santap siang itu pun bubar seketika akibat kedatangan serdadu-serdadu KNIL. Tak lama setelah pintu terbuka, kaki tuan rumah “dioleh-olehi” timah panas oleh serdadu-serdadu KNIL tadi. Sang wakil Indonesia dalam perundingan Roem-Royen itu pun pincang jalannya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















