- 26 Apr
- 4 menit membaca
KISAH Roro Mendut merupakan salah satu cerita paling kuat dalam tradisi sejarah dan sastra Jawa, yang menggambarkan perlawanan perempuan terhadap kekuasaan feodal pada masa Kesultanan Mataram. Cerita ini tidak hanya hidup sebagai legenda, tetapi juga menjadi simbol keberanian, cinta, dan harga diri perempuan dalam menghadapi dominasi politik dan sosial.
“Mendut nama Den Rara. Artinya, serba lunak menggelombang. Mengambang. Den Rara membutuhkan kepastian, dasar yang kokoh,” catat Y.B. Mangunwijaya dalam Rara Mendut.
Roro Mendut diceritakan sebagai perempuan cantik dari wilayah pesisir yang ditangkap dalam sebuah konflik, kemudian dibawa ke istana Mataram. Latar cerita ini dikaitkan dengan masa perkembangan kekuasaan Mataram di bawah pemerintahan Sultan Agung pada abad ke-17.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















