top of page

Roro Mendut Menolak Manut

Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi Roro Mendut karya Hermanu, 2010. (Repro Buku Hikayat Kretek).

26 Apr
4 menit membaca

KISAH Roro Mendut merupakan salah satu cerita paling kuat dalam tradisi sejarah dan sastra Jawa, yang menggambarkan perlawanan perempuan terhadap kekuasaan feodal pada masa Kesultanan Mataram. Cerita ini tidak hanya hidup sebagai legenda, tetapi juga menjadi simbol keberanian, cinta, dan harga diri perempuan dalam menghadapi dominasi politik dan sosial.


“Mendut nama Den Rara. Artinya, serba lunak menggelombang. Mengambang. Den Rara membutuhkan kepastian, dasar yang kokoh,” catat Y.B. Mangunwijaya dalam Rara Mendut.


Roro Mendut diceritakan sebagai perempuan cantik dari wilayah pesisir yang ditangkap dalam sebuah konflik, kemudian dibawa ke istana Mataram. Latar cerita ini dikaitkan dengan masa perkembangan kekuasaan Mataram di bawah pemerintahan Sultan Agung pada abad ke-17.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
transparant.png
bottom of page