top of page

Teknologi Radar di Microwave

Magnetron merupakan komponen penting dalam teknologi radar untuk perang. Seorang insinyur mengembangkannya untuk mesin pemanas makanan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Microwave Amana Radarange. (Wikimedia Commons).

11 Jun
5 menit membaca

KETIKA Percy Spencer mengamati tabung yang memancarkan gelombang mikro, bagian dari sistem radar untuk pertahanan Sekutu di Perang Dunia II, permen di saku bajunya meleleh. Insinyur di Raytheon Manufacturing Corporation, Massachusetts, Amerika Serikat itu menyadari tengah berada dalam momentum penemuan menarik bahwa gelombang mikro tidak hanya bermanfaat untuk menghalau kekuatan lawan, tetapi juga dapat memanaskan makanan. Inilah cikal bakal terciptanya microwave.


Kemunculan microwave berkaitan dengan pengembangan radar. Mulanya, sejumlah ilmuwan Inggris meneliti sumber energi gelombang mikro untuk menggerakan sistem radar bagi kepentingan militer. Para ilmuwan gencar melakukan penelitian karena ancaman invasi Jerman ke Eropa. Hasilnya, pada Februari 1940, dua ilmuwan dari Universitas Birmingham, John Randall dan Henry Boot, merancang tabung elektronik disebut valve yang menghasilkan energi gelombang mikro dengan sangat efisien.


“Kemampuan unik magnetron untuk mentrasmisikan gelombang mikro dengan daya sangat tinggi memungkinkan peralatan radar dibangun dengan ukuran yang jauh lebih kecil, daya yang lebih besar, dan akurasi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan rancangan sebelumnya. Alat ini dapat dipasang di pesawat terbang untuk ‘melihat’ pesawat lain atau target di darat,” tulis Leo R. Reynolds dalam “The History of the Microwave Oven”, termuat di The Journal of Microwave Power and Electromagnetic Energy, Volume 10, No. 5, 1989.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Guru besar bidang pertahanan dan pakar politik militer ini angkat suara soal polemik penyitaan buku-buku sejarah terkait peristiwa 1965 yang dianggap berbau komunis..
Guru besar bidang pertahanan dan pakar politik militer ini angkat suara soal polemik penyitaan buku-buku sejarah terkait peristiwa 1965 yang dianggap berbau komunis..
Laporan tentang kekerasan terhadap perempuan terus meningkat tiap tahun. Berbagai usaha telah dilakukan, tapi payung hukum belum ada.
Laporan tentang kekerasan terhadap perempuan terus meningkat tiap tahun. Berbagai usaha telah dilakukan, tapi payung hukum belum ada.
Depresi Besar dan Perang Dunia II membuat masyarakat AS mendaur ulang karung untuk dijadikan pakaian. Menjadi tren dan diminati hingga memunculkan karung beraneka warna, motif, dan ukuran.
Depresi Besar dan Perang Dunia II membuat masyarakat AS mendaur ulang karung untuk dijadikan pakaian. Menjadi tren dan diminati hingga memunculkan karung beraneka warna, motif, dan ukuran.
transparant.png
bottom of page