- 11 Jun
- 5 menit membaca
KETIKA Percy Spencer mengamati tabung yang memancarkan gelombang mikro, bagian dari sistem radar untuk pertahanan Sekutu di Perang Dunia II, permen di saku bajunya meleleh. Insinyur di Raytheon Manufacturing Corporation, Massachusetts, Amerika Serikat itu menyadari tengah berada dalam momentum penemuan menarik bahwa gelombang mikro tidak hanya bermanfaat untuk menghalau kekuatan lawan, tetapi juga dapat memanaskan makanan. Inilah cikal bakal terciptanya microwave.
Kemunculan microwave berkaitan dengan pengembangan radar. Mulanya, sejumlah ilmuwan Inggris meneliti sumber energi gelombang mikro untuk menggerakan sistem radar bagi kepentingan militer. Para ilmuwan gencar melakukan penelitian karena ancaman invasi Jerman ke Eropa. Hasilnya, pada Februari 1940, dua ilmuwan dari Universitas Birmingham, John Randall dan Henry Boot, merancang tabung elektronik disebut valve yang menghasilkan energi gelombang mikro dengan sangat efisien.
“Kemampuan unik magnetron untuk mentrasmisikan gelombang mikro dengan daya sangat tinggi memungkinkan peralatan radar dibangun dengan ukuran yang jauh lebih kecil, daya yang lebih besar, dan akurasi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan rancangan sebelumnya. Alat ini dapat dipasang di pesawat terbang untuk ‘melihat’ pesawat lain atau target di darat,” tulis Leo R. Reynolds dalam “The History of the Microwave Oven”, termuat di The Journal of Microwave Power and Electromagnetic Energy, Volume 10, No. 5, 1989.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.




.jpg)













