RAPAT akbar Sarekat Islam (SI) berlangsung di taman kota Semarang pada hari minggu pertama Mei 1917. Sejak pagi, ribuan kader SI cabang Semarang datang berbondong-bondong. Mereka hendak memilih ketua umum dengan dua kandidat: Mohammad Joesoef sebagai petahana dan pemuda Semaoen, aktivis di kalangan buruh.
Joesoef memulai kampanyenya dengan berceramah tentang asal-usul gerakan kebangsaan Hindia dan secara khusus gerakan SI. Dia menekankan komitmennya terhadap SI tak pernah berkurang. Namun, dia menolak dicalonkan kembali. Seorang kepala warga, yang mengatasnamakan anggota, mendesak Joesoef tetap maju. Beberapa anggota lain berpendapat untuk memilih ketua baru dan mencalonkan Semaoen sebagai kandidat.
Pertemuan menjadi keributan. Sorak-sorai dan teriakan begitu keras dan memekakkan telinga. Ratusan orang menyerukan Joesoef, yang lain menyerukan Semaoen. Joesoef tetap pada pendirian menolak dicalonkan. Protes Semaoen agar Joesoef tetap menjabat sebagai ketua tak diindahkan. Namun, sebagian besar anggota tidak menyetujui Joesoef.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















