top of page

The Works of Indonesia's First Female Minister

Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Minister of Social Affairs Maria Ullfah delivered a speech at a meeting of the Sjahrir II Cabinet. (The National Archives of the Republic of Indonesia)

5 menit yang lalu
12 menit membaca

A black-and-white documentary set to the song Bangun Pemudi Pemuda (Rise Up, Young People!) was uploaded to YouTube. The documentary, which runs just over three minutes, features the faces of the ministers of the newly inaugurated Sjahrir II Cabinet. Among them was the only female minister: Maria Ullfah. At the age of 35, she was entrusted with the position of Minister of Social Affairs.


Before being offered the position of Minister of Social Affairs, Maria was offered the role of Minister Without Portfolio, a non-departmental ministerial position. Sjahrir needed a female minister to prove to the Allies that the government of the Republic of Indonesia was not a puppet of Japanese fascism, but rather was built on democracy grounded in equality. Sjahrir saw Maria as the right person to join the cabinet. However, Sjahrir changed his mind and asked Maria to serve as Minister of Social Affairs instead of a minister without portfolio. “I was a bit hesitant to accept the offer. After all, it was originally just to be a Minister Without Portfolio,” said Maria.


Maria also noted that there were other female figures more senior than her, namely S.K. Trimurti. “A tenacious nationalist who was imprisoned many times during the Dutch colonial period,” said Maria. Feeling she wasn’t ready to be a minister, Maria declined Sjahrir’s offer, citing her lack of experience. Upon hearing her refusal, Sjahrir replied, “I never studied to become Prime Minister either.”

    Ingin membaca lebih lanjut?

    Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

    bg-gray.jpg
    Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
    bg-gray.jpg
    Cerita dari Museum Gatot Soebroto di Ungaran. “Rumah Prihatin” yang kaya cerita meski hanya setahun ditinggali sang jenderal.
    bg-gray.jpg
    Selepas meninggalkan militer, Gatot Soebroto ikut mendirikan IPKI dan lolos ke parlemen. Namun, dia mengundurkan diri karena diangkat sebagai wakil KSAD.
    bg-gray.jpg
    Gatot Soebroto nyentrik dan eksentrik dalam penampilan, perkataan, dan keyakinan. Jenderal humoris dan dekat dengan anak buah. Penyayang anak-anak dan pelindung umat Buddha.
    Sejarawan mengungkap peran Sanusi Pane sebagai budayawan, aktivis politik, hingga jurnalis kritis pada masa pergerakan nasional.
    Sejarawan mengungkap peran Sanusi Pane sebagai budayawan, aktivis politik, hingga jurnalis kritis pada masa pergerakan nasional.
    Para pengunjung dibawa tenggelam dalam sajian penuh kenangan di Festival Mesin Waktu 2019
    Para pengunjung dibawa tenggelam dalam sajian penuh kenangan di Festival Mesin Waktu 2019
    Secara resmi Perang Korea belum berakhir. Dan perseteruan pun masih kerap terjadi, yang antara lain diredakan dengan sebuah lapangan golf.
    Secara resmi Perang Korea belum berakhir. Dan perseteruan pun masih kerap terjadi, yang antara lain diredakan dengan sebuah lapangan golf.
    Lewat kemenangan 6-1 Spurs membuat Old Trafford jadi kuburan bagi pemiliknya. Mengulang sejarahnya.
    Lewat kemenangan 6-1 Spurs membuat Old Trafford jadi kuburan bagi pemiliknya. Mengulang sejarahnya.
    Salah satu sineas paling dihormati sepanjang sejarah. Dikenang Europe on Screen (EoS) tahun ini lewat pemutaran tiga karyanya.
    Salah satu sineas paling dihormati sepanjang sejarah. Dikenang Europe on Screen (EoS) tahun ini lewat pemutaran tiga karyanya.
    Kisah suka-duka mudik Lebaran tahun ini. Dilarang karena pandemi membuat ribuan orang berbondong-bondong pulang kampung lebih awal.
    Kisah suka-duka mudik Lebaran tahun ini. Dilarang karena pandemi membuat ribuan orang berbondong-bondong pulang kampung lebih awal.
    transparant.png
    bottom of page