top of page



Kala Soedirman Mengabdi sebagai Guru
Soedirman dikenal sebagai Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sebelum menjadi tentara, ia adalah guru di HIS Muhammadiyah.


Tatkala Wolter Mongisidi Diburu KNIL
Ketika anggota Harimau Indonesia berhasil melarikan diri dengan bantuan warga, tentara KNIL mulai mengancam masyarakat sekitar untuk mencari Wolter dan teman-temannya.


Sjahrir dan Anak-anak Banda Neira
Pada 1934, perjuangan Hatta dan Sjahrir harus terhenti sementara karena keduanya ditangkap oleh pemerintah kolonial dan dibuang ke Boven Digul.


Masa Akhir Sjahrir
Agustus 1965, Sutan Sjahrir dirawat di Swiss untuk mengobati penyakit stroke yang menggerogoti tubuhnya, Poppy (Istri Sutan Sjahrir) setia mendampingi Sjahrir hingga akhir hayat.


Aksi Berani Wolter 'Bote' Monginsidi
Pada 1945, Bote yang mulai dipanggil dengan Wolter pergi ke Makassar melanjutkan pendidikannya. Di sana ia ustru ditugasi menyerbu gedung-gedung yang diduduki Belanda dan menangkapi para perwira Belanda.


Agus Salim, Islam dan Paman Sam
Pada periode 1950-an, Haji Agus Salim diundang ke Amerika Serikat untuk menjadi guru besar tamu selama semester musim semi membicarakan Islam.


Sjahrir dan Anak-anak Banda Neira
Perjuangan Hatta dan Sjahrir terhenti sementara karena ditangkap oleh pemerintah kolonial Belanda dan dibuang ke Boven Digul tahun 1934, kemudian saat dipindahkan ke Banda Neira mereka memutuskan menempati rumah yang sama.


Kejenakaan Agus Salim
Agus Salim tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, ramah, dan jenaka. Banyak orang memiliki kenangan lucu tentang dirinya.


Bung Kecil Melawan Bung Besar
Pada awal kemerdekaan Indonesia, Sutan Sjahrir jadi tokoh utama yang menyuarakan kritik terhadap kabinet presidensil bentukan Presiden Sukarno


Mengenal Bung Kecil
Kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari peran penting Tiga Serangkai: Sukarno, Hatta, dan Sjahrir. Berbeda dengan Sukarno dan Hatta, masih banyak orang yang tidak terlalu familiar dengan sosok Sjahrir.


Pelarian di Singapura
Sebagai revolusioner yang terus melawan pemerintah Belanda, dan bahkan melawan PKI, Tan pun jadi buron yang harus terus mengganti-ganti identitas dirinya.


Jalan Oposisi Tan Malaka
Tan Malaka bersama kaum revolusioner tak puas dengan langkah diplomasi pemerintah. Mereka pun membentuk volksfront untuk memperjuangkan kemerdekaan 100%.


Ialah Tan Malaka
Seperti anak-anak Minangkabau pada umumnya, Tan Malaka mengisi masa kecilnya dengan pendidikan agama dan silat. Pada usia 16 tahun, Tan Malaka pun melanjutkan pendidikannya ke Belanda.


Jejak Perang Jawa di Goa Selarong
Pada Juli 1825, pasukan Belanda pun menyerbu kediaman Diponegoro.
Namun, Diponegoro berhasil lolos bersama istri dan pasukannya ke arah barat. Mereka pergi menuju tempat persembunyian yang aman, yaitu Gua Selarong.


Kekerasan Seksual
Pemerkosaan massal dalam kerusuhan Mei 1998 mau diumpetin? Nada positif dalam menciptakan Buku Sejarah Nasional Indonesia baru.

Ads
Ads
Ads
bottom of page











