Pada Juli 1825, pasukan Belanda pun menyerbu kediaman Diponegoro. Namun, Diponegoro berhasil lolos bersama istri dan pasukannya ke arah barat. Mereka pergi menuju tempat persembunyian yang aman, yaitu Gua Selarong.
Gatot Soebroto menjadi kepala polisi wilayah Banyumas pada awal kemerdekaan. Dekat dengan anak buah, Gatot berhasil memimpin pasukan dalam pertempuran Ambarawa.
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.