Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Percobaan bom nuklir-hidrogen oleh Amerika Serikat di Kepualaun Eniwetok di Pasifik merisaukan seorang anggota DPR. Mendorong pemerintah galang sikap penolakan di pentas internasional.
Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, milisi Serbia memandu orang-orang kaya untuk “Sarajevo Safari”. Ibu hamil jadi yang termahal untuk diburu via senapan.
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.
Eksplorasi tambang nikel di Kepulauan Raja Ampat bermula di pengujung sengketa Irian Barat. Kerjasama dengan konsorsium asing diperbarui pasca-Orde Baru.
Selain di Raja Ampat, nikel mulai dikeruk Belanda sejak ditemukan pertama di Sulawesi. Kini jadi primadona di era industri gawai dan kendaraan listrik.
Belanda mengeruk keuntungan 31 triliun dolar selama menjajah, kata Presiden Prabowo. Belanda tidak hanya mengeksploitasi lewat pertanian tapi juga pertambangan.
Program Benteng menumbuhkan para pemburu rente dengan menjual lisensi impor pada pengusaha Tionghoa. Praktik Ali-Baba ini dikhawatirkan terjadi lagi dengan disahkannya UU Minerba yang memberi izin kelola tambang kepada kelompok-kelompok tertentu.
Terkenal mahir mengolah timah, orang Tionghoa diundang bekerja di Pulau Bangka. Orang Tionghoa juga diundang ke Singkawang. Sempat terjadi gesekan, tetapi tak menghalangi akulturasi budaya.