top of page

Mengurai Pita Cukai

Sejak masa kolonial, tembakau dan produk turunannya dikenai cukai. Dianggap menguntungkan dan bertahan kala krisis global.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Penjual rokok di Hindia Belanda. (Delpher).

9 Mei
4 menit membaca

DI ANTARA beragam komoditas yang menopang kas negara, tembakau menempati posisi yang unik. Ia bukan sekadar tanaman perkebunan, melainkan objek fiskal yang sejak awal diperlakukan berbeda sejak masa kolonial Belanda. Keuntungannya diambil, dipajaki, bahkan “dikunci” melalui mekanisme cukai. Sebuah instrumen yang lazim dikenakan pada barang dengan karakteristik tertentu.


Bagaimana dengan komoditas lain seperti gula atau hasil tambang? Mengapa justru tembakau dan produk turunannya yang dikenai cukai? Jawabannya karena tembakau menguntungkan dan keuntungan itu dihasilkan oleh industri pribumi. Dalam konteks ini, negara kolonial mengekstraksi pendapatan tanpa mengganggu kepentingan modal besar Eropa yang menguasai sektor gula dan tambang.


Berbeda dengan pajak biasa, cukai tidak dikenakan pada bahan mentah, melainkan barang jadi siap dikonsumsi. Dalam kasus tembakau, yang dikenai adalah rokok. Rokok merupakan produk massal dengan permintaan tinggi, mudah diproduksi ulang, dan pasarnya relatif stabil. Negara kolonial melihatnya sebagai sumber penerimaan yang aman, bahkan sebelum istilah itu populer dalam ekonomi modern.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Terlantar di negeri orang. Eks romusha bersama buruh Indonesia melakukan aksi propaganda, boikot, hingga pemogokan di Singapura.
bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
Barcelona menyambut kepulangan pahlawan Liga Champions pertamanya. Mampukah Koeman membawa Messi cs bangkit?
Barcelona menyambut kepulangan pahlawan Liga Champions pertamanya. Mampukah Koeman membawa Messi cs bangkit?
Penginjilan takkan berjalan efektif tanpa sebuah Alkitab yang bisa dibaca dan dimengerti penduduk setempat. Terbitlah terjemahan Alkitab dalam ragam bahasa.
Penginjilan takkan berjalan efektif tanpa sebuah Alkitab yang bisa dibaca dan dimengerti penduduk setempat. Terbitlah terjemahan Alkitab dalam ragam bahasa.
Menghilangkan image jemu dalam pengajaran sejarah.
Menghilangkan image jemu dalam pengajaran sejarah.
Tradisi Boxing Day dalam sepakbola Inggris sudah mendarah daging. Italia coba menjajalnya namun gagal total.
Tradisi Boxing Day dalam sepakbola Inggris sudah mendarah daging. Italia coba menjajalnya namun gagal total.
Meski bertangan buntung, pemain ini membawa negaranya menjuarai Piala Dunia.
Meski bertangan buntung, pemain ini membawa negaranya menjuarai Piala Dunia.
Begawan Romo Magnis menyerang golput, fenomena yang awalnya untuk menyentil rezim Orde Baru.
Begawan Romo Magnis menyerang golput, fenomena yang awalnya untuk menyentil rezim Orde Baru.
transparant.png
bottom of page