top of page

Cara Barat Memata-matai Soviet Lewat Tisu Toilet

Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Warga Berlin Timur menyaksikan tank-tank Soviet, 1961. (Wikimedia Commons).

7 Mei
3 menit membaca

Diperbarui: 9 Mei

SETELAH Nazi kalah dalam Perang Dunia II, Jerman diduduki negara-negara pemenang perang. Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis mengelola wilayah Jerman Barat, sementara Jerman Timur dikuasai Uni Soviet. Namun, ketegangan baru muncul antara Barat dan Timur yang menandai Perang Dingin.


Masing-masing mengerahkan mata-mata untuk mendapatkan informasi pengembangan sistem keamanan dan pertahanan. Misi mata-mata Barat yang produktif dan berpengaruh adalah Operasi Tamarisk.


Menurut Andrew Long dalam BRIXMIS and the Secret Cold War: Intelligence Collecting Operations Behind Enemy Lines in East Germany, Operasi Tamarisk adalah aksi mata-mata yang dilakukan dengan memilah sampah para tentara Soviet di wilayah Berlin Timur. Sampah-sampah itu umumnya robekan kertas yang digunakan serdadu Soviet untuk membersihkan diri setelah buang air besar.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page