top of page

Ayah Chairil Anwar Dieksekusi Tentara Belanda dalam Pembantaian Rengat

Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tabur bunga di sungai Indragiri memperingati tragedi Rengat pada 5 Januari 2016. (Dok. Anne Lot-Hoek).

4 Mei
3 menit membaca

Diperbarui: 6 Mei

Kenang, kenanglah kami

Teruskan, teruskan jiwa kami


Menjaga Bung Karno

menjaga Bung Hatta

menjaga Bung Sjahrir


Kami sekarang mayat

Berilah kami arti

Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian


Kenang, kenanglah kami

yang tinggal tulang-tulang diliputi debu

Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi.


Penggalan sajak berjudul ā€œKrawang-Bekasiā€ di atas adalah karya sastrawan Chairil Anwar. Ditulis pada 1948, ketika perang mempertahankan kemerdekaan antara Indonesia dan Belanda tengah memuncak. Lewat puisi-puisi gubahannya, Chairil ikut menyalakan semangat heroisme para pejuang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

transparant.png
bottom of page