- 30 Apr
- 4 menit membaca
SORE itu, seperti biasa, kendaraan hilir mudik memenuhi ruas Jalan Sabang. Sementara di pinggir jalan, para penjaja makanan kaki lima mulai bersiap-siap membuka gerainya. Begitulah aktivitas yang terjadi saban hari di Jalan Sabang, yang kini lebih dikenal dengan nama Jalan Haji Agus Salim, Jakarta Pusat.
Meski telah bersalin nama sebagai Jalan Haji Agus Salim, tapi orang-orang masih suka menyebutnya Jalan Sabang. Kawasan Jalan Sabang saat ini dikenal sebagai salah satu sentra kuliner di Jakarta Pusat. Mulai dari jajanan sate pinggir jalan, warung kopi, hingga restoran modern tersebar di Jalan Sabang.
“Di Sabang ini terkenal tukang sate. Bung Karno tuh, tahun 1960-an main sini, makan sate. Nongkrong. Pacaran sama Baby Huwae,” tutur Taufik Hidayat alias Koh Abun, 69 tahun, sesepuh warga Jalan Sabang kepada Historia.ID.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















