- 21 Jun
- 4 menit membaca
SEBAGAIMANA Amerika Serikat (AS) dan Australia, orang-orang Kanada juga menyebut sepakbola dengan soccer. Dibanding dua tetangga kawasannya, AS dan Meksiko, Kanada yang paling “anak bawang” di level Piala Dunia. Tahun ini jadi keikutsertaan Kanada yang ketiga kali di Piala Dunia kendati berstatus tuan rumah bersama dengan AS dan Meksiko.
Sebagai co-host, timnas Kanada besutan Jesse Marsch itu terundi di Grup B bersama Swiss, Qatar, serta Bosnia-Herzegovina. Di partai pembuka grup yang dihelat di Toronto Stadium pada 12 Juni 2026 lalu, Kanada nyaris kehilangan muka ketika dua host lainnya, AS dan Meksiko, sama-sama mengemas kemenangan.
Menjamu Bosnia-Herzegovina, tim “Daun Mapel” itu tertinggal lebih dulu hingga akhirnya bisa menyamakan skor, 1-1, berkat gol yang ditorehkan pemain pengganti, Cyle Larin. Skor bertahan sampai akhir laga dan meskipun gagal menang, hasil imbang dan perolehan 1 poin itu begitu historis buat Kanada. Sebab sejak tampil di Piala Dunia 1986 dan 2022, Kanada tak pernah sekalipun menang atau setidaknya mengumpulkan sebutir poin pun.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















