- 1 jam yang lalu
- 4 menit membaca
SEBAGAIMANA Amerika Serikat (AS) dan Australia, orang-orang Kanada juga menyebut sepakbola dengan soccer. Dibanding dua tetangga kawasannya, AS dan Meksiko, Kanada yang paling “anak bawang” di level Piala Dunia. Tahun ini jadi keikutsertaan Kanada yang ketiga kali di Piala Dunia kendati berstatus tuan rumah bersama dengan AS dan Meksiko.
Sebagai co-host, timnas Kanada besutan Jesse Marsch itu terundi di Grup B bersama Swiss, Qatar, serta Bosnia-Herzegovina. Di partai pembuka grup yang dihelat di Toronto Stadium pada 12 Juni 2026 lalu, Kanada nyaris kehilangan muka ketika dua host lainnya, AS dan Meksiko, sama-sama mengemas kemenangan.
Menjamu Bosnia-Herzegovina, tim “Daun Mapel” itu tertinggal lebih dulu hingga akhirnya bisa menyamakan skor, 1-1, berkat gol yang ditorehkan pemain pengganti, Cyle Larin. Skor bertahan sampai akhir laga dan meskipun gagal menang, hasil imbang dan perolehan 1 poin itu begitu historis buat Kanada. Sebab sejak tampil di Piala Dunia 1986 dan 2022, Kanada tak pernah sekalipun menang atau setidaknya mengumpulkan sebutir poin pun.
Di Piala Dunia Meksiko 1986, Kanada dibekuk 0-1 oleh Prancis, dibekap 0-2 oleh Hungaria, dan keok 0-2 dari Uni Soviet di penyisihan Grup C. Adapun di Piala Dunia 2022 di Qatar, Kanada juga jadi juru kunci Grup F usai ditaklukkan Belgia 0-1, dihajar Kroasia 1-4, dan disingkirkan Maroko 1-2.
“Ini Piala Dunia ketiga kami dan butuh waktu begitu lama hanya untuk mendapatkan satu poin pertama. Satu poin pertama sudah kami dapatkan, sekarang waktunya kami berusaha mendapatkan kemenangan pertama, itu sangat penting jika ingin lolos (ke 32 besar) dari grup ini,” cetus bek Kanada Alistair Johnston, dikutip Canadian Soccer Daily, 14 Juni 2026.

Tur ke Inggris hingga Medali Emas Olimpiade
Di kota Toronto, sepakbola bermula menjamah Kanada. Sama halnya dengan di AS yang sepakbola modernnya mulai dibawa para imigran Skotlandia dan Irlandia via New Orleans, di Kanada permainan si kulit bundar juga diretas mereka di masa yang sama, 1850-an. Tercatat pernah ada sebuah pertandingan dimainkan tim imigran Irlandia melawan tim dari organisasi amal St. George’s Society pada Oktober 1859, namun belum dianggap pertandingan resmi.
“Kanada pada masa itu punya banyak komunitas imigran dari Inggris Raya dan yang mendorong kehadiran sepakbola datang dari para imigran Slotlandia dan para imigran Irlandia, di mana kelak seorang imigran Ulster kelahiran Skotlandia, David Forsyth, jadi sosok yang berjasa mengembangkan sepakbola sekaligus jadi pendiri Western FA (1880),” tulis William J. Murray dalam The World’s Game: A History of Soccer.
Sepakbola, lanjut Murray, lantas menyebar seiring eksistensi jalur keretaapi yang membawa para imigran mencapai Winnipeg hingga Vancouver di garis pantai Pasifik. Saat itu sepakbola modern yang paling berkembang tetap berada di Toronto.
Laga resmi pertama di Kanada tercatat pada 1876. Namun justru dimainkan oleh tim kriket dan lacrosse.
“Banyak tipe sepakbola dimainkan di wilayah dominion (Kanada, red.); namun, pertandingan resmi pertama yang menggunakan aturan-aturan resmi Football Association dimainkan di Jalan Parlemen, Toronto, pada (21 Oktober) 1876. Pertandingannya mempertemukan Carlton Cricket Club dan Toronto Lacrosse Club. Saat itu, merupakan hal umum menemukan klub-klub kriket yang juga memainkan sepakbola,” ungkap Stuart dan Philip Laycock dalam How Britain Brought Football to the World.
Setahun berselang, beberapa asosiasi mulai bermunculan. Di antaranya Dominion Football Asssociation pada 1877, Western Football Association (Western FA) pada 1880, Manitoba Football Association pada 1896, Ontario FA pada 1901, Saskatchewan FA pada 1905, dan Province of Quebec FA pada 1911. Asosiasi yang mempersatukan semuanya, Dominion of Canada FA, lahir pada 1912.
David Forsyth jadi motor Western FA yang paling menonjol di antara semuanya sebelum kemunculan Dominion of Canada FA (DCFA). Oleh karenanya, namanya tercatat di Aula Kehormatan Sepakbola Kanada sebagai “Bapak Sepakbola Kanada”. Dialah yang membawa sepakbola Kanada pertama kali “go-internasional” dengan membawa tim asal Kanada ke AS, Irlandia, dan Inggris.
“Dalam upaya menetapkan laga-laga internasional secara reguler dengan Amerika Serikat pada pertengahan 1880-an dan kemudian pada 1888 Forsyth membawa sebuah tim Kanada dalam turnya ke Skotlandia, Irlandia, dan Inggris. Saat kembali tur ke sana pada 1891, timnya diperkuat para pemain dari Fall River dan Pawtucket, Rhode Island, AS,” sambung Murray.
Tim yang dibawa Forsyth pada tur 1888 yang sukses itu adalah Timnas Western FA dengan skuad 17 pemain, termasuk Forsyth juga tampil sebagai pemain. Mereka tampil di 23 laga kurun 1 September-31 Oktober 1888 dari Belfast, Glasgow, Edinburgh, hingga Oxford dan Birmingham.
“David Forsyth memimpin sebuah tim Kanada dalam sebuah tour Inggris pada 1888, melakoni 23 pertandingan dalam 60 hari. Tim Kanada itu menang sembilan kali dan mendapat hasil imbang lima kali,” ungkap suratkabar Truth edisi 3 April 1904.

Sepakbola Kanada pra-Perang Dunia I dan Perang Dunia II terbilang gemilang. Bahkan mereka pernah menyabet medali emas Olimpiade cabang sepakbola, tepatnya di Olimpiade St. Louis 1904. Ini gelaran olimpade pertama di luar Eropa sekaligus olimpiade pertama yang atlet-atlet pemenangnya dihadiahi medali emas karena sebelumnya sang pemenang dikalungi medali perak.
Di Olimpiade itu, cabang sepakbolanya yang dimainkan di Francis Olympic Field (16-23 November 1904) hanya diikuti tiga tim dan itupun bukan timnas, melainkan klub amatir. AS sebagai tuan rumah diwakili dua tim yang sama-sama berasal dari kota St. Louis, Missouri, AS: Christian Brothers College dan St. Rose Parish. Sedangkan Kanada didelegasikan klub Galt FC.
“Didirikan pada 1881 di Ontario, Galt FC pada awal 1900-an cukup sering melakukan tur, mengingat di masa itu belum ada liga nasional. Hanya ada (turnamen) Ontario Cup yang mereka menangkan tiga kali berturut-turut (1901, 1902, 1903). Saat tur ke Manitoba dalam 25 hari, mereka menang 16 dari 17 pertandingan dan oleh sebab itu dipilih mewakili Kanada di Olimpiade 1904. Hanya memainkan dua laga, mereka menang mudah 7-0 dari Christian Brothers College dan mengalahkan St Rose 4-0. John Gourlay sang kapten memimpin tim membawa pulang medali emas buat Kanada. Kesuksesan yang kian meancing perhatian lebih besar terhadap sepakbola di Kanada,”tulis Philip Rourke dalam Forgotten Football Clubs: Fifty Teams Across the World, Gone But Never Forgotten.
Namun, pasca-Perang Dunia I yang diikuti Depresi Besar ekonomi dan kemudian Perang Dunia II, geliat sepakbola di Kanada berjalan stagnan. Bisa dikatakan nyaris lumpuh.
Baru pada 1946 sepakbola Kanada perlahan bangun dari mati surinya setelah reorganisasi DCFA. Pada 1948, Kanada mendaftarkan diri jadi anggota FIFA dengan nama asosiasinya FA Canada. Kelak, FA Canada berubah jadi Canadian Soccer Association, mengikuti lema “soccer”, lantaran klub dari Kanada mulai 1946 juga berkompetisi di liga AS, North American Soccer League (NASL).
Selain itu, timnasnya juga diformulasikan kembali. Kanada untuk pertamakalinya ikut kualifikasi Piala Dunia 1958 namun hampir tiga dekade kemudian Timnas Kanada baru lolos ke Piala Dunia Meksiko 1986.*



















Komentar