- 1 jam yang lalu
- 9 menit membaca
BERBEDA dari hubungannya dengan Bung Karno dan Bung Hatta yang sudah sejak dikenalnya sejak zaman pergerakan kemerdekaan, hubungan Sudiro dengan “Bung Kecil” Sutan Sjahrir baru terjadi setelah proklamasi kemerdekaan. Tepatnya saat Sudiro jadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP).
“Sidang-sidang pertama KNIP sekaligus juga merupakan permulaannya Sutan Sjahrir kembali muncul di panggung politik bangsanya, setelah selama zaman Jepang tidak pernah disebut-sebut namanya,” tulis Soebagijo Notodidjojo dalam Sudiro: Pejuang Tanpa Henti.
Mayoritas anggota KNIP dari kaum muda, termasuk Sudiro, mulanya tak mengenal Sjahrir. Selain tak hadir dalam Proklamasi 17 Agustus 1945, Sjahrir sibuk bersiasat di dalam negeri dan berdiplomasi di luar sejak kedatangan NICA. Sampai-sampai setelah ditunjuk jadi ketua Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP), Sjahrir mesti dijemput tiga anggota KNIP untuk hadir di sidang-sidang KNIP.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.
















