- 1 jam yang lalu
- 8 menit membaca
USIANYA nyaris 80 tahun. Namun, pria berperawakan kurus itu masih sehat dan jauh dari kesan ringkih penampilannya. Yang tak kalah penting, ingatannya masih kuat dan bicaranya jelas dan lancar.
Gaya bicaranya ceplas-ceplos, cepat, dan ada akhiran kata khas yang kuat mengesankan logat Betawi ketimbang Jawa yang menjadi “darah dagingnya”. Ada juga sedikit logat Makassarnya.
“Waktu pulang ke sini, kakak-kakak saya logat Jawa, saya logat Makassar,” ujar Tanto Sudiro, pria tadi, kala ditemui Historia.ID di rumahnya di bilangan Bintaro, Jakarta Selatan.
Makassar memang jadi tempat kedua “bersosialisasi” baginya setelah Jawa. Ayah artis Tora Sudiro itu masih tiga tahun kala dibawa kedua orangtuanya ke Makassar pada 1951. Kala itu ayahnya, Raden Sudiro, ke Makassar karena ditetapkan pemerintah pusat untuk memimpin Sulawesi sebagai gubernur.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.















