top of page

Menaklukkan Sang Ayam Jago

Jalan panjang Maria Ullfah memperjuangkan keadilan bagi perempuan. Terhenti di zaman Jepang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Maria Ullfah (tengah) berbicara dalam seminar ASEAN Woman di Jakarta, Desember 1975. (Dok. Keluarga Maria Ullfah).

29 Jul
7 menit membaca

NY. Soewarni Pringgodigdo, Ketua Istri Sedar, belum usai menyampaikan pidatonya saat terdengar suara kluruk ayam jago dari mulut beberapa pria di sudut ruangan kongres. “Kukuruyuk... kukuruyuk...” kata mereka mengejek Soewarni. Kontan dia naik pitam dan menyatakan keluar dari keanggotaan kongres perempuan.


Insiden dalam Kongres Perempuan Indonesia kedua di Batavia, 20–24 Juli 1935 itu bermula dari Ratna Sari, wakil Permi (Persatuan Muslimin Indonesia) dari Sumatra Barat, yang sebelumnya menyampaikan pidato tentang kedudukan perempuan dalam hukum perkawinan Islam. Maria menilai muatan pidato Ratna terlalu ortodoks. “(Pidato itu) menimbulkan kegoncangan, karena Ratna Sari dapat menerima dan membela poligami,” kata Maria Ullfah dalam ceramahnya di Gedung Kebangkitan Nasional, Jakarta, 28 Februari 1981.


Soewarni yang mendapat kesempatan untuk menyampaikan tanggapan, langsung menyatakan ketidaksetujuannya. “Saya tidak menerima itu!” kata Soewarni. “Laki-laki persis seperti ayam jago di mana-mana kerjanya mengumpulkan perempuan saja!” kata Soewarni menambahkan. Kalimat itu langsung ditingkahi suara ayam jantan berkokok dan ketawa cekikikan dari peserta pria. Kongres pun terancam bubar. Peserta terbagi ke dalam dua kelompok besar yang saling bertentangan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page