top of page

Kamerad Semaoen Muhibah ke Soviet

Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Semaoen diusung para kamerad kiri saat berada di Amsterdam (Repro: "Di Negeri Penjajah: Orang Indonesia di Negeri Belanda, 1600-1950")

4 menit yang lalu
7 menit membaca

GEDUNG kantor Sarekat Islam (SI) cabang Semarang hari itu, 23 Mei 1920, ramai oleh kehadiran para pemimpin dan kader-kader –“faksi” Eropa maupun bumiputera– Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV). Mereka menggelar kongres ketujuh. Salah satu agenda utamanya adalah mengubah nama organisasi dan salah seorang yang paling semangat untuknya adalah Semaoen.


ISDV sempat mengalami perpecahan antara kubu kanan dan kubu kiri. Kubu kanan pada akhirnya mendeklarasikan Indische Sociaal-Democratische Partij (ISDP), langsung bernaung di bawah Sociaal-Democratische Arbeidspartij (SDAP) di negeri Belanda.


“Nama tersebut tidak hanya sangat mirip dengan nama organisasi sosialis revolusioner, tapi juga sangat tidak mungkin membedakan keduanya dalam bahasa Indonesia karena bahasa Indonesia tersebut tidak mengenal bunyi ‘v’, tetapi hanya ‘p’. Para anggota ISDV dipermalukan dengan dirujuknya nama moderat ini,” tulis Ruth Thomas McVey dalam The Rise of Indonesian Communism.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
transparant.png
bottom of page