Diperbarui: 8 Sep
KOTA Semarang menyimpan banyak catatan sejarah tentang ketokohan Semaoen. Kendati lahir di Jombang dan bertumbuh di Surabaya, Jawa Timur, Semaoen meninggalkan jejak pergerakan di Semarang, Jawa Tengah. Pada 1917, Semaoen menjadi ketua Sarekat Islam cabang Semarang. Sejak itu, reputasinya sebagai aktivis pergerakan dan propagandis serikat buruh mulai diperhitungkan pemerintah kolonial.
Menurut sejarawan dari Komunitas Pegiat Sejarah (KPS) Semarang, Rukardi Achmadi, ada beberapa tempat yang pernah ditinggali dan disinggahi Semaoen. Salah satunya rumah Semaoen di Kampung Suburan yang sempat ditumpangi Tan Malaka. Selain itu, gedung Sarekat Islam (SI) Semarang dan kantor pusat Serikat Buruh Kereta Api dan Trem (VSTP) juga lekat dengan Semaoen.
“Ada lagi bekas kantor PKI di Tegalwareng, tapi sampai sekarang keberadaannya belum terlacak,” terang Rukardi kepada Historia.ID. “Kalau yang masih asli ya gedung SI dan eks kantor VSTP.”
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















