SUATU hari pada Desember 1918, Semaoen mesti merelakan mentornya pergi. Tiga tahun lamanya, sejak 1915, Semaoen berguru padanya: Hendricus Josephus Franciscus Marie ‘Henk’ Sneevliet sang mentor.
Sneevliet diusir paksa dari Hindia Belanda lantaran dianggap gangguan berbahaya oleh pemerintah kolonial yang dipimpin Gubernur Jenderal Johan Paul van Limburg Stirum. Sejak dibebaskan dari penjara pada November 1917, Sneevliet kembali aktif di organisasi Marxis yang didirikannya, Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV/Perhimpunan Sosial Demokrat Hindia) dan serikat buruh keretaapi dan trem Vereniging van Spoor-en Tramswegpersoneel (VSTP).
Gubernur Jenderal Limburg Stirum geram pada Sneevliet yang makin ganas menyerang pemerintahannya. Klimaksnya pada 5 Desember 1918, ia menggunakan hak luar biasa, Exorbitante Rechten, untuk membuang Sneevliet tanpa peradilan. Sneevliet pun dicokok lagi lalu “dikapalkan” kembali ke Belanda.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















