SEMAOEN berasal dari keluarga pekerja kereta api. Dia sembilan bersaudara, lahir pada 1889 di Curahmalang, sebuah desa di Sumobito, Jombang, Jawa Timur. Di sini terdapat tempat pemberhentian kereta api, kendati namanya Stasiun Curahmalang, tetapi masuk Desa Budugsidorejo. Stasiun ini masih beroperasi hingga kini.
Ada sumber lain yang menyebut Semaoen berasal dari Desa Gununggangsir, Beji, Pasuruan. Bahkan, ayahnya, Prawiroatmodjo, disebut sebagai kepala Stasiun Gununggangsir, yang kini sudah tidak berfungsi lagi.
Namun, sumber yang umum menyebut Prawiroatmodjo adalah pegawai rendahan kereta api sebagai tukang batu. Meskipun hanya seorang tukang batu, dia ingin Semaoen dan anak-anaknya menjadi pintar dan maju.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















