top of page

Ahmad Subardjo dalam Pusaran Revolusi

Ahmad Subardjo menjadi menteri luar negeri pertama tetapi tidak berlangsung lama. Setelah berganti pemerintahan, Subardjo hidup dari penjara ke penjara semasa revolusi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ahmad Subardjo, menteri luar negeri Republik Indonesia pertama. (Bisri/Historia.ID).

31 Agu
10 menit membaca

Diperbarui: 1 Sep

DUA hari setelah Proklamasi kemerdekaan, Presiden Sukarno menunjuk Ahmad Subardjo sebagai ketua panitia kecil yang bertugas merencanakan organisasi pemerintah pusat. Bersama Soetardjo Kartohadikoesoemo dan Alex Andries Maramis, Subardjo mengusulkan agar pemerintah membentuk sepuluh departemen dan enam menteri negara. Usulan tersebut disetujui oleh Sukarno dan anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).


“Alasan hanya mengusulkan sepuluh departemen dan enam menteri negara agar pemerintah pusat dalam menghadapi keadaan gawat, dapat mengambil keputusan dengan segera, dan enam menteri negara dapat bergerak cepat untuk menghubungkan pusat dan daerah-daerah. Mereka dapat diutus oleh pemerintah pusat ke daerah-daerah di pedalaman, baik provinsi maupun daerah-daerah bawahan,” kata Ahmad Subardjo dalam otobiografinya, Kesadaran Nasional.


Untuk memimpin Departemen Luar Negeri, Subardjo ditunjuk menjadi menteri luar negeri pertama. Sebagai negara baru merdeka, pemerintahan berjalan dengan fasilitas seadanya dan serba terbatas. Bahkan, Subardjo tidak memiliki kantor, pegawai, dan alat-alat kantor untuk menunjang tugasnya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page