top of page

Ahmad Subardjo Menjadi Pengacara dan Merantau ke Jepang

Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ahmad Subardjo bersama Agus Salim dan Mohammad Hatta tahun 1929. (Repro Kesadaran Nasional).

22 Agu
7 menit membaca

Diperbarui: 24 Agu

SETELAH meraih gelar Meester in de Rechten atau sarjana hukum dari Universitas Leiden, Belanda, Ahmad Subardjo kembali ke Indonesia pada April 1934. Sejalan dengan sikapnya yang nonkooprasi atau tidak bekerja sama dengan Belanda, Subardjo memilih bekerja sebagai pengacara.


Mula-mula Subardjo bekerja di kantor hukum Mr. Sastromulyono di Semarang. Setelah beberapa bulan dia pindah ke Surabaya dan bekerja sebagai ahli hukum junior di kantor hukum Mr. Iskaq Tjokrohadisuryo.


Sekembali dari studi di Belanda, Mr. Iskaq aktif dalam Bandung Studie Club yang dipimpin Sukarno. Kelompok ini kemudian menjadi Partai Nasional Indonesia (PNI). Pemerintah kolonial menuduh PNI bermaksud menumbangkan pemerintah kolonial. Sukarno sebagai ketua partai bersama Gatot Mangkupradja, Maskun, dan Supriadinata dipenjara dan PNI menjadi perkumpulan terlarang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Perempuan yang tak lelah memperjuangkan nasib sesamanya.
Perempuan yang tak lelah memperjuangkan nasib sesamanya.
Tak hanya mengerahkan satu regu POM ABRI, Manila merekrut seorang pemain untuk dijadikan“informan” khusus guna mengusir hantu suap.
Tak hanya mengerahkan satu regu POM ABRI, Manila merekrut seorang pemain untuk dijadikan“informan” khusus guna mengusir hantu suap.
Rumah komunal di Sulawesi hanya bertahan dalam ingatan.
Rumah komunal di Sulawesi hanya bertahan dalam ingatan.
Lapangan Merah kembali jadi saksi parade para patriot Rusia. Menggaungkan sentimen anti-Nazi dari masa Stalin hingga Putin.
Lapangan Merah kembali jadi saksi parade para patriot Rusia. Menggaungkan sentimen anti-Nazi dari masa Stalin hingga Putin.
transparant.png
bottom of page