top of page

Ahmad Subardjo Melawan Penjajahan dari Sarangnya

Ahmad Subardjo bersama rekan-rekan seperjuangan sebangsa maupun lintas bangsa menggalang perlawanan di Eropa, tempat bercokolnya para kolonialis.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ahmad Subardjo (mengenakan topi barisan tengah) dalam Seminar Hukum Internasional di Vredespales, Den Haag, 1924. (Repro Kesadaran Nasional).

18 Agu
7 menit membaca

Diperbarui: 24 Agu

NUN jauh dari tanah kelahirannya, Ahmad Subardjo untuk kali pertama menginjakkan kaki di Belgia. Sejak merantau ke Eropa, dia bermukim di Leiden, Belanda. Namun, pada pekan kedua Februari 1927, dia berkunjung ke Brussel, ibu kota Belgia, untuk menghadiri Kongres Anti Imperialisme sedunia.


“Mereka berkumpul di sana dan saling bersuara untuk melawan kolonialisme dan imperialisme,” kata Hutomo Said, cucu Ahmad Subardjo, kepada Historia.ID.


Subardjo datang ke Belgia bersama rekan sesama mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Indonesia. Mereka antara lain Mohammad Hatta, Gatot Tarunamihardja, dan Muhammad Nazir Datuk Pamuntjak. Para pemuda Indonesia inilah yang menjadi delegasi dalam Kongres Anti Imperialisme.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page