top of page

Djalimin Under the Dutch Oppression

Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Dutch soldiers arrested Indonesians during the independence revolution. (Nationaal Archief)

55 menit yang lalu
5 menit membaca

DR. Haji Ali Akbar, a member of the Indonesian House of Representatives (DPR RI) from the Masyumi Party, read the weekly newspaper Sin Po on April 27, 1958, which reported on an inmate at the Bukit Duri women’s prison in Jakarta named Djalimin, who was from Padang, West Sumatra. The article stated that she had been sentenced by the Dutch government for killing four Dutch people during the revolution.


As someone born in Bukittinggi and the representative of the people there, Ali Akbar was moved to find out the fate of this female prisoner from his hometown. He submitted five questions to the leadership of the DPR RI via a letter received on April 30, 1958. The Speaker of the DPR RI then forwarded Ali Akbar’s questions to the Minister of Justice via letter No. 6264/DPR-RI/1958 dated May 2, 1958.


It took the government quite some time to respond to Ali Akbar’s questions. This was because the government had to request clarification from the Prison Service, which in turn was awaiting information from the Bukittinggi District Court and the Padang District Court. Consequently, the government didn't provide a written response until November 22, 1958.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Atlet Kanada Duncan McNaughton tak dijagokan dalam cabang olahraga atletik di Olimpiade Los Angeles 1932. Bertanding melawan teman baiknya, McNaughton justru berhasil meraih medali emas di nomor lompat tinggi.
Atlet Kanada Duncan McNaughton tak dijagokan dalam cabang olahraga atletik di Olimpiade Los Angeles 1932. Bertanding melawan teman baiknya, McNaughton justru berhasil meraih medali emas di nomor lompat tinggi.
Jatuh-bangun menghadapi masalah keluarga lewat pergulatan batin. Menyajikan romantisme keluarga. (Tulisan mengandung beberan cerita).
Jatuh-bangun menghadapi masalah keluarga lewat pergulatan batin. Menyajikan romantisme keluarga. (Tulisan mengandung beberan cerita).
Bak kanker kronis, rasisme tetap tumbuh di lapangan hijau. Mencoreng keindahan sepakbola.
Bak kanker kronis, rasisme tetap tumbuh di lapangan hijau. Mencoreng keindahan sepakbola.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Dari seukuran lampu petromak, pemantik kini bisa digenggam dan mengisi kantong para perokok.
Dari seukuran lampu petromak, pemantik kini bisa digenggam dan mengisi kantong para perokok.
Selain mengibarkan bendera, kontingen Aljazair melarung mawar merah ke Sungai Seine yang jadi saksi Pembantaian Paris.
Selain mengibarkan bendera, kontingen Aljazair melarung mawar merah ke Sungai Seine yang jadi saksi Pembantaian Paris.
transparant.png
bottom of page