top of page

Djalimin Under the Dutch Oppression

Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Dutch soldiers arrested Indonesians during the independence revolution. (Nationaal Archief)

30 Sep
5 menit membaca

DR. Haji Ali Akbar, a member of the Indonesian House of Representatives (DPR RI) from the Masyumi Party, read the weekly newspaper Sin Po on April 27, 1958, which reported on an inmate at the Bukit Duri women’s prison in Jakarta named Djalimin, who was from Padang, West Sumatra. The article stated that she had been sentenced by the Dutch government for killing four Dutch people during the revolution.


As someone born in Bukittinggi and the representative of the people there, Ali Akbar was moved to find out the fate of this female prisoner from his hometown. He submitted five questions to the leadership of the DPR RI via a letter received on April 30, 1958. The Speaker of the DPR RI then forwarded Ali Akbar’s questions to the Minister of Justice via letter No. 6264/DPR-RI/1958 dated May 2, 1958.


It took the government quite some time to respond to Ali Akbar’s questions. This was because the government had to request clarification from the Prison Service, which in turn was awaiting information from the Bukittinggi District Court and the Padang District Court. Consequently, the government didn't provide a written response until November 22, 1958.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Plastik benda penting dalam konsumerisme modern ini diperkirakan akan menjadi sumber bencana lingkungan di masa depan.
Plastik benda penting dalam konsumerisme modern ini diperkirakan akan menjadi sumber bencana lingkungan di masa depan.
 Aktor watak lintas genre John Travolta lebih senang tampil di film komedi dan musikal. Berdansa dengan Putri Diana jadi momen paling dikenangnya.
Aktor watak lintas genre John Travolta lebih senang tampil di film komedi dan musikal. Berdansa dengan Putri Diana jadi momen paling dikenangnya.
Pantomim bukan sekadar bahasa bisu. Ia seni ekspresi dengan estetika yang tak semata memancing gelak tawa.
Pantomim bukan sekadar bahasa bisu. Ia seni ekspresi dengan estetika yang tak semata memancing gelak tawa.
Merekam warga Jakarta dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia tahun ini. Antusiasme yang muncul lagi usai hampir dua tahun menghilang.
Merekam warga Jakarta dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia tahun ini. Antusiasme yang muncul lagi usai hampir dua tahun menghilang.
Barcelona menyambut kepulangan pahlawan Liga Champions pertamanya. Mampukah Koeman membawa Messi cs bangkit?
Barcelona menyambut kepulangan pahlawan Liga Champions pertamanya. Mampukah Koeman membawa Messi cs bangkit?
Ini tentang simbol profesi medis, awal mula apotek, larangan eksperimen bedah hewan, inseminasi buatan, cangkok jantung, dan golongan darah.
Ini tentang simbol profesi medis, awal mula apotek, larangan eksperimen bedah hewan, inseminasi buatan, cangkok jantung, dan golongan darah.
transparant.png
bottom of page