top of page

Spirit Merah Putih Ahmad Subardjo di Negeri Belanda

Getol berorganisasi ketimbang kuliah, Ahmad Subardjo mengubah haluan Perhimpunan Indonesia. Menggagas lambang sampai bikin kopiah untuk identitas nasional.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ahmad Subardjo (tengah, duduk bersedekap) bersama kawan-kawannya di Indonesische Vereeniging. (KITLV).

16 Agu
10 menit membaca

Diperbarui: 24 Agu

TEUKU Abdul Manaf. Itulah nama yang diberikan kepada Ahmad Subardjo saat menyapa dunia pada 23 Maret 1896 di Teluk Jambe, Karawang. Sejak namanya diganti, sosok keturunan Aceh itu hampir tak pernah menggunakan nama Abdul Manaf lagi, kecuali pada saat darurat di Belanda maupun Jerman.


“Nama Teuku Abdul Manaf kadang-kadang dipakai untuk siasat saja ketika di Belanda. Jadi waktu pelarian di Berlin, dia pakai nama Teuku Abdul Manaf karena waktu itu kan Pak (Mohammad) Hatta dan teman-teman ditangkap di Belanda tapi Pak Subardjo, karena lagi ada di luar Belanda, enggak tertangkap. Dengan menggunakan Teuku Abdul Manaf sepertinya hilang dari jejaknya Belanda. Jadi strategislah. Teuku Abdul Manaf tetap dipakai sebagai kebanggaan dia sebagai orang Aceh,” demikian Hutomo Said Effendi, cucu Ahmad Subardjo, berkisah saat disambangi Historia.ID di Bintaro, Tangerang Selatan.


Pelarian Subardjo terjadi medio 1927. Tak lama setelah Subardjo dan rekan-rekannya dari Perhimpunan Indonesia (PI) menghadiri Kongres Anti-Imperialisme dan Anti-Kolonialisme.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page