top of page

Suami Istri Pejuang Kemanusiaan

Darmini dan Harsono hingga usia lanjut turut berpartisipasi dalam aksi dan solidaritas menentang penindasan oleh penguasa di Indonesia, Filipina, dan berbagai negara lainnya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Darmini Harsono Diran disemayamkan di rumah duka. (Istimewa).

31 Des 2023
3 menit membaca

Diperbarui: 30 Jun

NAMA Darmini Harsono Diran terasa asing bagi orang Indonesia. Salah satu alasannya karena wanita yang dikenal sebagai seorang internasionalis itu telah lama tinggal di Belanda. Lantas siapa Ibu Darmini?


Tak banyak informasi yang dapat ditemukan mengenai latar belakang Darmini. Namun yang pasti ia merupakan sosok yang gigih dalam menyuarakan dan memperjuangkan hak-hak rakyat tertindas. Lahir di masa kolonial Belanda, semangat perjuangan seorang putri Pakubuwono ini telah muncul sejak belia.


Surat kabar Belanda, Trouw, 21 Maret 2002, melaporkan pada 1940-an, Darmini turut ambil bagian dalam melawan tentara Belanda di Jawa. Bersama kawan-kawan seperjuangan, ia membantu para petani di desa-desa yang dibom untuk mengorganisir diri mereka sendiri.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page