- 1 jam yang lalu
- 8 menit membaca
KETERLIBATAN Setiati dalam serikat buruh berawal dari tawaran seorang lelaki yang tak dikenal. Saat itu, Setiati bekerja sebagai asisten Ki Hadjar Dewantara di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan sejak masa pendudukan Jepang.
Lelaki itu bernama Njono dari Domei, kantor berita Jepang, yang membuat Setiati curiga. Namun, Njono murid Ki Hajar Dewantara di Taman Siswa. Dia minta izin kepada Ki Hadjar untuk berbicara dengan Setiati.
“Katanya dia dengar saya pimpinan Pekerja Perempuan Indonesia. Dia minta saya masuk ke serikat buruh, tadinya saya enggak mau. Tapi dia kemukakan bagaimana kondisi buruh wanita yang menderita, nah cocok sama saya. Saya masuk,” kata Setiati kepada Hersri Setiawan sebagaimana dimuat dalam tulisan di GerakIngatan. Setiati mendapat tugas membentuk serikat buruh di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

















