top of page

Sukarno-Hatta Gagalkan Kudeta Pengikut Tan Malaka

Setelah Sutan Sjahrir dibebaskan, para pengikut Tan Malaka menyodorkan konsepsi untuk disetujui Sukarno. Hatta menyadari sedang terjadi kudeta.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sutan Sjahrir, Sukarno, dan Mohammad Hatta, Desember 1946. (John Florea/LIFE).

18 Jul
4 menit membaca

Diperbarui: 20 Jul

PADA 1 Juni 1946, Sutan Sjahrir dibebaskan dan dikembalikan ke Yogyakarta. Untuk mencegah hal-hal yang lebih buruk terjadi kepadanya, Sjahrir segera diterbangkan ke Jakarta. Tak lama kemudian, terjadi pembersihan di seluruh Yogyakarta.


Tokoh-tokoh politik pengikut Tan Malaka yang diduga terlibat dalam penculikan Sjahrir ditangkap. Mereka antara lain Abikusno Tjokrosujoso, Iwa Kusumasumantri, Ahmad Subardjo, Mohammad Yamin, Maroeto Nitimihardjo, Budiarto, Buntaran Martoatmodjo, Pandu Kartawiguna, Sayuti Melik, Mohamad Saleh, Sumantoro, Djojopranoto, dan lainnya. Sejak awal, orang-orang tersebut merupakan penentang Kabinet Sjahrir yang tergabung dalam Persatuan Perjuangan.


“Suasana menjadi tegang. Untuk mencairkan suasana, para politisi senior yang ditahan, dikeluarkan. Ketika dikeluarkan Maroeto langsung pulang ke rumah, sementara tokoh-tokoh yang lain dengan dipimpin oleh Mohammad Yamin melanjutkan pembicaraan di salah satu Markas Tentara Divisi III bersama Jenderal Mayor Soedarsono,” tutur Hadidjojo Nitimihardjo dalam Ayahku Maroeto Nitimihardjo: Mengungkap Rahasia Gerakan Kemerdekaan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page