- 18 Jul
- 4 menit membaca
Diperbarui: 20 Jul
PADA 1 Juni 1946, Sutan Sjahrir dibebaskan dan dikembalikan ke Yogyakarta. Untuk mencegah hal-hal yang lebih buruk terjadi kepadanya, Sjahrir segera diterbangkan ke Jakarta. Tak lama kemudian, terjadi pembersihan di seluruh Yogyakarta.
Tokoh-tokoh politik pengikut Tan Malaka yang diduga terlibat dalam penculikan Sjahrir ditangkap. Mereka antara lain Abikusno Tjokrosujoso, Iwa Kusumasumantri, Ahmad Subardjo, Mohammad Yamin, Maroeto Nitimihardjo, Budiarto, Buntaran Martoatmodjo, Pandu Kartawiguna, Sayuti Melik, Mohamad Saleh, Sumantoro, Djojopranoto, dan lainnya. Sejak awal, orang-orang tersebut merupakan penentang Kabinet Sjahrir yang tergabung dalam Persatuan Perjuangan.
“Suasana menjadi tegang. Untuk mencairkan suasana, para politisi senior yang ditahan, dikeluarkan. Ketika dikeluarkan Maroeto langsung pulang ke rumah, sementara tokoh-tokoh yang lain dengan dipimpin oleh Mohammad Yamin melanjutkan pembicaraan di salah satu Markas Tentara Divisi III bersama Jenderal Mayor Soedarsono,” tutur Hadidjojo Nitimihardjo dalam Ayahku Maroeto Nitimihardjo: Mengungkap Rahasia Gerakan Kemerdekaan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















