- 1 jam yang lalu
- 8 menit membaca
GEDUNG Societeit Purwokerto (kini area RRI Purwokerto) pernah menjadi saksi berkumpulnya para pejuang. Pertemuan besar berlangsung antara 4–5 Januari 1946 untuk merundingkan hasil perjuangan rakyat di seluruh penjuru negeri. Sebanyak 300 orang wakil dari partai, laskar, ormas, dan tentara datang ke Purwokerto. Pertemuan itu bertepatan dengan 100 hari pendudukan tentara Inggris (Sekutu) di Jawa.
“Hasrat perjuangan rakyat Indonesia. Lebih baik diatom daripada merdeka kurang dari 100%. Tan Malaka di tengah Revolusi Rakyat,” demikian diwartakan Kedaulatan Rakjat, 6 Januari 1946.
Pimpinan BKR (Badan Keamanan Rakyat) setempat Sastro Soewirjo dan tokoh pemuda Sukarni menjadi panitia penyelenggara pertemuan itu. Pada pertemuan hari pertama, beberapa perwakilan dari Jawa melaporkan perkembangan perjuangan di daerahnya. Ismail dari Jawa Timur, Sajuti Melok dari Jawa Tengah, Arimunanto dari Jawa Barat, dan Chairul Saleh dari Jakarta.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.
















