top of page

Tan Malaka Menyusun Kekuatan Melawan Sutan Sjahrir

Tan Malaka tampil pertama kali untuk menghimpun kekuatan dalam Persatuan Perjuangan. Oposisi Tan Malaka berhasil menjatuhkan Kabinet Sutan Sjahrir, namun hanya kemenangan semu.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tan Malaka. (Wikimedia Commons).

8 Jul
8 menit membaca

GEDUNG Societeit Purwokerto (kini area RRI Purwokerto) pernah menjadi saksi berkumpulnya para pejuang. Pertemuan besar berlangsung antara 4–5 Januari 1946 untuk merundingkan hasil perjuangan rakyat di seluruh penjuru negeri. Sebanyak 300 orang wakil dari partai, laskar, ormas, dan tentara datang ke Purwokerto. Pertemuan itu bertepatan dengan 100 hari pendudukan tentara Inggris (Sekutu) di Jawa.


“Hasrat perjuangan rakyat Indonesia. Lebih baik diatom daripada merdeka kurang dari 100%. Tan Malaka di tengah Revolusi Rakyat,” demikian diwartakan Kedaulatan Rakjat, 6 Januari 1946.


Pimpinan BKR (Badan Keamanan Rakyat) setempat Sastro Soewirjo dan tokoh pemuda Sukarni menjadi panitia penyelenggara pertemuan itu. Pada pertemuan hari pertama, beberapa perwakilan dari Jawa melaporkan perkembangan perjuangan di daerahnya. Ismail dari Jawa Timur, Sajuti Melok dari Jawa Tengah, Arimunanto dari Jawa Barat, dan Chairul Saleh dari Jakarta.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Rumah komunal di Sulawesi hanya bertahan dalam ingatan.
Rumah komunal di Sulawesi hanya bertahan dalam ingatan.
Kemenangan Eisenhower dalam pemilihan presiden AS membuat iklan kampanye di televisi menjadi andalan para politisi. Memicu munculnya iklan kampanye negatif.
Kemenangan Eisenhower dalam pemilihan presiden AS membuat iklan kampanye di televisi menjadi andalan para politisi. Memicu munculnya iklan kampanye negatif.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
transparant.png
bottom of page