top of page

Dua Musim Cinta Maria

Pernikahan pertama Maria Ullfah berakhir duka. Suaminya tewas ditembak tentara Belanda. Musim semi kedua terjalin bersama Soebadio Sastrosatomo.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Maria Ullfah menikah dengan Soebadio Sastrosatomo dengan saksi Soedjatmoko. (Dok. Keluarga Maria Ullfah).

  • 5 Jul
  • 8 menit membaca

SITI Soendari, sahabat kental Maria sejak muda, tak pernah bisa memahami bagaimana perasaan Maria terhadap pria. Dalam soal hubungannya dengan pria, Maria lebih suka memendam dalam-dalam perasaannya. Berbeda dengan Soendari yang kerap mengharu biru dalam urusan cinta, Maria lebih banyak memfokuskan perhatian pada studinya. “Tak pernah saya melihat dia menangis, tak pernah kita tukar-menukar kisah-kisah pengalaman pribadi, sebagaimana layaknya antara dua pemudi yang begitu akrab pergaulannya,” ungkap Soendari kepada Gadis Rasid mengenai Maria.


Seperti diakuinya kepada Gadis Rasid, selama kuliah di negeri Belanda, Maria merasa belum siap untuk menangani masalah-masalah cinta. “Maka sekembalinya di Indonesia perhatian pada kaum pria mulai terbuka,” tulis Gadis Rasid. Di antara sekian banyak kawan seperjuangannya dan pengagum Maria Ullfah ada tiga orang yang paling akrab dengannya dan mempunyai minat lebih dari sekadar persahabatan sesama pejuang. Mereka adalah Adnan Kapau Gani, Hindromartono, dan Santoso Wirodihardjo.


Adnan Kapau Gani, kata Maria, “Seorang pemuda ganteng, yang pernah jadi bintang film, adalah orang yang paling flamboyan.” Kepada Gadis Rasid, Maria melanjutkan gambarannya tentang Gani, “Tingkah lakunya agak ugal-ugalan, dan sikapnya terus terang, tanpa basa-basi.” Dia begitu yakin akan berhasil merebut hati Maria, sehingga pada suatu hari dia datang ke Kuningan untuk berlebaran dengan keluarga Bupati Mohammad Achmad. Secara halus Maria menjelaskan tentang perasaannya yang biasa saja kepada Gani. Pada zaman revolusi, Gani menjabat sebagai Gubernur Militer Sumatra Selatan, Menteri Ekonomi Kabinet Sjahrir III, dan Wakil Perdana Menteri Kabinet Amir Sjarifuddin.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah shared a room with Siti Soendari, the youngest sister of Dr. Soetomo. They had different personalities but complemented each other very well.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
Konsep Jabotabek dikritik karena bukan mengurangi tapi akan menambah beban Jakarta.
Konsep Jabotabek dikritik karena bukan mengurangi tapi akan menambah beban Jakarta.
Bukan mangkrak, museum ini cuma butuh dana dan komitmen yang besar. Butuh dana 40 milyar lagi.
Bukan mangkrak, museum ini cuma butuh dana dan komitmen yang besar. Butuh dana 40 milyar lagi.
 Kisah penerjunan sinterklas oleh AU Inggris di laga Aston Villa vs Arsenal menjelang Hari Natal yang berakhir pelik.
Kisah penerjunan sinterklas oleh AU Inggris di laga Aston Villa vs Arsenal menjelang Hari Natal yang berakhir pelik.
 Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Jepang bisa jadi adidaya tak lepas dari belajar ke Indonesia. Mengapa Indonesia tak mau meniru meski harus berguru pada murid?
Jepang bisa jadi adidaya tak lepas dari belajar ke Indonesia. Mengapa Indonesia tak mau meniru meski harus berguru pada murid?
transparant.png
bottom of page