top of page

Djalimin Dizalimi Belanda

Djalimin dihukum 15 tahun penjara karena membunuh orang Belanda yang akan memerkosanya. Pertanyaan seorang anggota DPR RI kepada pemerintah mendorong pembebasannya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tentara Belanda menangkap orang Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan. (Nationaal Archief).

  • 1 Jul
  • 4 menit membaca

DR. Haji Ali Akbar, anggota DPR RI dari Partai Masyumi, membaca koran mingguan Sin Po, 27 April 1958, yang memberitakan seorang tahanan di penjara wanita Bukit Duri, Jakarta, bernama Djalimin berasal dari Padang, Sumatra Barat. Berita itu menyebut dia dihukum pemerintah Belanda karena membunuh empat orang Belanda pada masa revolusi.


Sebagai wakil rakyat kelahiran Bukittinggi, Ali Akbar tergerak untuk mencari tahu nasib tahanan perempuan dari kampung halamannya itu. Dia mengajukan lima pertanyaan kepada pimpinan DPR RI melalui surat yang diterima pada 30 April 1958. Ketua DPR RI kemudian meneruskan pertanyaan Ali Akbar kepada Menteri Kehakiman melalui surat No. 6264/DPR-RI/1958 tanggal 2 Mei 1958.


Pemerintah membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menjawab pertanyaan dari Ali Akbar. Sebab, pemerintah harus meminta penjelasan dari Jawatan Kepenjaraan yang menunggu keterangan dari Pengadilan Negeri Bukittinggi dan Pengadilan Negeri Padang. Akibatnya, pemerintan baru memberikan jawaban tertulis pada 22 November 1958.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Ada banyak cara memecahkan masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Salah satunya dengan menebeng.
Ada banyak cara memecahkan masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Salah satunya dengan menebeng.
Berbagai benda bersejarah di dalam ruang penyimpanan koleksi Museum Provinsi Sulawesi Tenggara hilang dibobol maling. Tak ada petugas keamanan dan CCTV.
Berbagai benda bersejarah di dalam ruang penyimpanan koleksi Museum Provinsi Sulawesi Tenggara hilang dibobol maling. Tak ada petugas keamanan dan CCTV.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
transparant.png
bottom of page