top of page

Khazanah Arsip Kolonial yang Melimpah

Arsip berbahasa Belanda koleksi ANRI tersimpan dalam jumlah melimpah. Harta karun informasi yang bermanfaat dalam penulisan sejarah.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Arsip berbahasa Belanda yang menerangkan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda tentang perintah kepada Residen Bali dan Lombok untuk mewajibkan penduduknya dalam periode tertentu untuk membangun pembangunan penjara distrik di Buleleng dan Jembrana, 30 April, 1883. (ANRI, Besluit 30 April 1883 No. 26).

2 Des 2022
3 menit membaca

Diperbarui: 18 Mei

TUMPUKAN kertas tua itu menyimpan memori apa yang pernah terjadi di penjuru Nusantara pada masa silam. Mulai dari catatan perdagangan, persaingan antar-kerajaan, peperangan, keputusan gubernur jenderal, hingga kehidupan sosial masyarakat bumiputra. Itulah sekelumit gambaran mengenai arsip kolonial berbahasa Belanda yang tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).


“Kekayaan arsip nasional kita sesungguhnya khazanahnya sangat kaya. Hampir semua aspek (kehidupan) itu tersentuh. Dengan demikian, ini akan sangat membantu bagi para pengguna yang bukan hanya sejarawan,” kata sejarawan Universitas Indonesia Bondan Kanumoyoso dalam acara “Ekspose Guide Khazanah Arsip Berbahasa Belanda”, kemarin, 1 Desember 2022.


Di masa kolonial, sudah ada beberapa lembaga kearsipan. Arsip dari masa VOC sebelumnya dikelola di bawah lembaga Algemeene Secretarie. Kemudian, pada 28 Januari 1892, dibentuklah Landsarchiev atau Lembaga Kearsipan Hindia Belanda. Lembaga ini pertama kali dikepalai oleh Mr. Anne Jacob van der Chrijs hingga 1905. Selanjutnya, tiga orang arsiparis memimpin lembaga ini sampai 1942. Mereka adalah Dr. F. de Haan, E.C. Godee Molsbergen, dan Dr. Frans Rijndert Johan Verhoeven.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page