- 2 Des 2022
- 3 menit membaca
Diperbarui: 20 jam yang lalu
TUMPUKAN kertas tua itu menyimpan memori apa yang pernah terjadi di penjuru Nusantara pada masa silam. Mulai dari catatan perdagangan, persaingan antar-kerajaan, peperangan, keputusan gubernur jenderal, hingga kehidupan sosial masyarakat bumiputra. Itulah sekelumit gambaran mengenai arsip kolonial berbahasa Belanda yang tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
“Kekayaan arsip nasional kita sesungguhnya khazanahnya sangat kaya. Hampir semua aspek (kehidupan) itu tersentuh. Dengan demikian, ini akan sangat membantu bagi para pengguna yang bukan hanya sejarawan,” kata sejarawan Universitas Indonesia Bondan Kanumoyoso dalam acara “Ekspose Guide Khazanah Arsip Berbahasa Belanda”, kemarin, 1 Desember 2022.
Di masa kolonial, sudah ada beberapa lembaga kearsipan. Arsip dari masa VOC sebelumnya dikelola di bawah lembaga Algemeene Secretarie. Kemudian, pada 28 Januari 1892, dibentuklah Landsarchiev atau Lembaga Kearsipan Hindia Belanda. Lembaga ini pertama kali dikepalai oleh Mr. Anne Jacob van der Chrijs hingga 1905. Selanjutnya, tiga orang arsiparis memimpin lembaga ini sampai 1942. Mereka adalah Dr. F. de Haan, E.C. Godee Molsbergen, dan Dr. Frans Rijndert Johan Verhoeven.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















