Diperbarui: 2 Mar
LUKISAN penangkapan Pangeran Diponegoro karya Raden Saleh jadi simbol perlawanan bangsa Indonesia atas kolonialisme Belanda. Seperti diketahui, Perang Jawa yang dinyalakan Diponegoro antara 1825–1830, menyebabkan kerugian besar bagi Belanda. Kas pemerintah kolonial habis terkuras. Begitu pula tentaranya banyak berguguran di tangan pasukan Diponegoro. Hanya lewat tipu muslihat, Belanda akhirnya berhasil menangkap Diponegoro sekaligus mengakhiri Perang Jawa.
Tidak hanya berkecamuk di Jawa, perlawanan Diponegoro turut mengguncang kekuasaan Belanda di daratan Eropa. Konsentrasi yang tercurah sepenuhnya terhadap Perang Jawa memicu revolusi di salah satu koloni Belanda, yaitu Belgia. Revolusi Belgia berujung pada kemerdekaan Belgia tanggal 4 Oktober 1830 sekaligus memisahkan diri dari Kerajaan Belanda.
“Perang Diponegoro ternyata sangat berkaitan sekali dengan negara Belgia. Pada 1825 sampai 1830, fokus Belanda tercurah kepada Perang Diponegoro, termasuk keuangan, logistik, dan lain-lain. Akibatnya, negara jajahan Belanda seperti Belgia tidak terperhatikan sehingga terjadi revolusi Belgia. Dan akhirnya Belgia bisa merdeka dari Belanda,” terang Suryagung, arsiparis sekaligus ketua tim pameran dan diorama ANRI, ketika memandu Historia.ID dalam pameran arsip 75 tahun hubungan Indonesia dan Belgia di Gedung ANRI di Jl. Gadjah Mada, Jakarta Barat, (9/12).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















