top of page

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sultan Langkat Mahmud Abdul Djalil Rahmat Shah. (Tropenmuseum).

  • 9 Mar
  • 4 menit membaca

ISTANA Kesultanan Langkat di Tanjung Pura dirongrong massa pada hari-hari pekan pertama Maret 1946. Belum pulih dari rasa terkejut, Sultan Mahmud Abdul Djalil Rahmat Shah, raja Kesultanan Langkat, kedatangan sepasang tamu tak diundang. Mereka antara lain Marwan dan Usman Parinduri, dua orang pentolan front rakyat (volksfront) Langkat. Di selasar Istana, Sultan menerima mereka dengan hati berat dan jantung berdebar-debar.  


Berkatalah seorang dari kedua bandit tadi dengan petantang-petenteng kepada Sultan.  


“Rakyat meminta Anda untuk menyerahkan kedaulatan,” ujar Marwan membuka percakapan.  


“Rakyat yang mana? Kedaulatan yang mana?” tanya Sultan, “Kalau yang kau maksud rakyat adalah orang-orang yang datang dan menembaki istanaku semalam, maka rakyat yang kau bicarakan itu cuma sekumpulan penyamun, pencuri, dan tukang rusuh.” Sultan memaki Marwan dengan sumpah serapah.  

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo bersama rekan-rekan seperjuangan sebangsa maupun lintas bangsa menggalang perlawanan di Eropa, tempat bercokolnya para kolonialis.
bg-gray.jpg
Getol berorganisasi ketimbang kuliah, Ahmad Subardjo mengubah haluan Perhimpunan Indonesia. Menggagas lambang sampai bikin kopiah untuk identitas nasional.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah dituduh pro-Amerika gara-gara meloloskan flm Hollywood.
bg-gray.jpg
Presiden Sukarno menggagas program transmigrasi Djajaloka untuk menyejahterakan eks pejuang Perang Kemerdekaan. Gejolak politik dan transisi kekuasaan menjadikannya melenceng dari tujuan awal.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Selalu ada cerita di balik kemunculan maskot. Termasuk pada Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.
Selalu ada cerita di balik kemunculan maskot. Termasuk pada Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Pemuda harus dilatih disiplin melalui olahraga agar negara hebat, dihormati, dan ditakuti, kata Mussolini.
Pemuda harus dilatih disiplin melalui olahraga agar negara hebat, dihormati, dan ditakuti, kata Mussolini.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Serangan Oemoem 1 Maret 1949 yang menjadi bab terpenting perlawanan terhadap Belanda, direka ulang beragam komunitas reenactment. 
Serangan Oemoem 1 Maret 1949 yang menjadi bab terpenting perlawanan terhadap Belanda, direka ulang beragam komunitas reenactment. 
transparant.png
bottom of page