top of page

Kisah Begundal Revolusi Sosial di Langkat

Dua pemimpin revolusi sosial melecehkan keluarga Kesultanan Langkat. Dianggap mencemarkan tujuan revolusi, kedua begundal itu dieksekusi mati.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Istana Darussalam di Tanjung Pura, istana utama Kesultanan Langkat, 1930. (KITLV).

13 Mar
3 menit membaca

KESULTANAN di Sumatra Timur menemui ajal ketika lonceng revolusi sosial berdentang. Sekelompok massa yang menamakan diri volksfront (front rakyat) merangsek masuk ke istana-istana mengobrak-abrik, menghabisi, bahkan melecehkan keluarga kesultanan. Volksfront terdiri dari kumpulan partai-partai dan badan kelaskaran.   


Sejumlah pentolan ditunjuk untuk memimpin revolusi sosial untuk menggulingkan kekuasaan sultan. Tama Ginting dari Partai Nasional Indonesia (PNI) memimpin front rakyat di Tanah Karo. Haris Fadhilah dari Pemuda Sosialis Indonesia (Pesindo) di Asahan. Saragih Ras dari Barisan Harimau Liar di Simalungun. Usman Parinduri dari Partai Komunis Indonesia (PKI) di Langkat. 


“Sekitar pukul empat pagi tanggal 4 Maret [1946], laskar rakyat menyerbu Istana Sultan [Tanjung Pura] dan menurunkan bendera kerajaan yang berwarna kuning menggantikannya dengan sang Dwi Warna. Istana diobrak-abrik. Lemari pakaian Sultan yang panjangnya hampir sepuluh meter diobrak-abrik oleh laskar dan masing-masing mengganti celana goni milik mereka dengan salah satu pakaian sultan,” tutur Bachtiar Siagian dalam memoarnya yang belum diterbitkan. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Bergabung dengan NATO bukan hanya jadi masalah buat Presiden Rusia Vladimir Putin. Tujuh puluh tahun silam, hal itu juga menjadi masalah warga Islandia.
Bergabung dengan NATO bukan hanya jadi masalah buat Presiden Rusia Vladimir Putin. Tujuh puluh tahun silam, hal itu juga menjadi masalah warga Islandia.
Bahu-membahu di bawah panji Unifikasi. Melebur jadi satu dengan menghayati lagu “Arirang”.
Bahu-membahu di bawah panji Unifikasi. Melebur jadi satu dengan menghayati lagu “Arirang”.
Arsenal merayakan FA Cup tanpa euforia penonton di Wembley. Berbeda jauh dari suasana final di stadion ikonik itu 97 tahun silam.
Arsenal merayakan FA Cup tanpa euforia penonton di Wembley. Berbeda jauh dari suasana final di stadion ikonik itu 97 tahun silam.
transparant.png
bottom of page