top of page

Komandan Pesindo Bernama Sarwono Sastro Sutardjo

Tokoh Pesindo Sumatra ini disebut-sebut berandil besar dalam peristiwa Revolusi Sosial di Sumatra Timur. Dari Pesindo, dia kemudian menjadi kader PKI yang duduk di DPR.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sarwono Sastro Sutardjo, tokoh Pesindo yang kemudian menjadi kader PKI. (Repro Kami Perkenalkan).

13 Sep 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 1 Feb

NASIB Sarwono Sastro Sutardjo di ujung tanduk. Laskar Naga Terbang pimpinan Timur Pane berhasil menangkapnya. Timur Pane bahkan hendak membunuh Sarwono. Tapi, Timur Pane akhirnya gagal menjagal Sarwono. Saat itu bertepatan dengan kedatangan Wakil Presiden Mohammad Hatta ke Pematang Siantar. Nyawa Sarwono pun tertolong.


“Kupanggil Timur Pane ke tempat aku menginap dan kuperintahkan supaya Sarwono jangan dibunuhnya. Dia sendiri kusuruh pergi ke Tapanuli untuk minta bantuan senjata ke laskar Tapanuli. Aku menyuruhnya pergi ke Tapanuli, sebab ia bermaksud akan menggempur daerah Medan,” tutur Bung Hatta dalam otobiografinya, Untuk Negeriku: Sebuah Otobiografi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page