top of page

Pejuang Batak Ganti Nama di Tengah Perang

Perang revolusi kemerdekaan di Tapanuli menyebabkan sejumlah tokoh mengganti nama. Ada yang jadi berbau Rusia, ada pula yang bernuansa Islami, padahal Kristen.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kapten D.I. Pandjaitan bersama Kapten Junus Samosir sewaktu sama-sama bertugas di Teritorium I Bukit Barisan pada awal 1950. Semasa perang kemerdekaan, Junus Samosir pernah mengubah namanya agar terdengar lebih nasionalis. Sumber: Repro biografi "Keteladanan Mayor Jenderal TNI (Purn.) Junus Samosir dan Landasan Moral Pembangunan" karya Payaman Simanjuntak.

6 Jul 2023
3 menit membaca

Diperbarui: 6 Agu

NAMA Washington Strouwsky tercatat sebagai tokoh pejuang kemerdekaan asal Sumatra Utara. Pada akhir 1948, Letnan Satu Strouwsky adalah komandan Kompi IV dari Batalion II di Tarutung yang tergabung dalam Sektor II. Kesatuan TNI Sektor II dipimpin oleh Mayor Liberty Malau dengan wilayah operasi meliputi Tapanuli Utara.


Saat itu Belanda baru saja melancarkan agresi militer kedua. Informasi mengenai sosok Strouwsky terendus dalam pantauan intelijen Belanda. Nama Strouwsky menimbulkan tanda tanya bagi pihak Belanda. Kedengarannya seperti nama Rusia. Tentara Belanda sempat curiga apakah Rusia menempatkan perwiranya di ibukota Tapanuli Utara itu. Tapi, nama depannya justru Washington yang mengingatkan orang kepada presiden pertama Amerika Serikat sekaligus nama ibukota negara tersebut.


Menurut Midian Sirait, eks tentara pelajar Tarutung, Strouwsky bermarga Sitorus. Karena dia seorang komandan kompi yang biasa diringkas “Ki”, maka dia sebut “Sitorus Ki”, artinya Sitorus yang komandan kompi. Penyingkatan panggilan marga sekaligus pangkatnya inilah yang kemudian menjelma menjadi nama “Strouwsky”.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page