Diperbarui: 10 Sep
SEPASUKAN tidak dikenal menyerang markas Batalion I TNI dari Brigade XI di Padang Sidempuan. Dalam penyergapan itu, pasukan Batalion I dilucuti. Komandan Batalion I Kapten Koima Hasibuan bersama ajudannya tewas terbunuh.
“Sebuah ‘revolusi sosial’ telah pecah di Tapanuli akhir-akhir ini. Laskar rakyat memberontak melawan TNI dan pemerintah Republik pada tanggal 10 September,” demikian diberitakan koran berbahasa Belanda, Het Nieuwsblad voor Sumatra, 17 September 1948.
Aksi penyergapan itu diikuti dengan penangkapan sejumlah petinggi Republik setempat. Baik tokoh sipil maupun militer yang berjumlah total 39 orang diangkut ke truk untuk dibawa ke tempat penahanan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















