- 57 menit yang lalu
- 7 menit membaca
SLAMET Soetikno, Menteri Keuangan Kabinet Ali Sastroamidjojo heran apa perlunya ada kalimat “tidak berpoligami” tertera pada surat nikah putrinya. Dia lantas bertanya kepada pihak besan. Sekadar minta penjelasan. “Waktu itu ayah saya pun heran kenapa perlunya ada kalimat itu. Dari pihak suami saya jawab bahwa itu yang atur Ibu Ietje,” kata Supartiwi Soetikno.
Supartiwi binti Slamet Soetikno dinikahi Darmawan Wiroreno, anak angkat Maria Ullfah pada 1 Juli 1959. Mereka berkenalan di Amerika Serikat. Darmawan kuliah sementara Supartiwi turut ayahnya yang sedang bertugas di kantor pusat IMF, Washington DC, setelah tak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan. Maria yang meminta agar kalimat larangan berpoligami tercantum di dalam surat nikah anaknya. “Itu karena ibu Ietje yang minta, makanya ada kalimat itu,” kata Darmawan.
Ada juga kisah lain. Saat anak dr. Seno Sastroamidjojo, kakak Ali Sastroamidjojo, menikah, pengantin sepakat untuk mencantumkan enam butir taklik talak di dalam surat nikah mereka. Penghulu pun tak bisa menolaknya. Penghulu itu kemudian menyatakan bahwa dr. Seno Sastroamidjojo termasuk “golongan Maria Ullfah”.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

















