top of page

Wawasan yang Menggugah Ahmad Subardjo

Ahmad Subardjo tak hanya berotak encer dalam pelajaran, wawasan dunia dan kesadaran kebangsaannya tumbuh berkat Jules Verne, Multatuli, hingga Sun Yat-sen.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Potret masa muda Ahmad Subardjo. (Randy Wirayudha/Historia.ID).

8 Agu
9 menit membaca

Diperbarui: 24 Agu

RAMAI dan sibuknya kota Batavia (kini Jakarta) di tahun 1903 bikin hati bocah berusia tujuh tahun Ahmad Subardjo kian merasa kerdil. Bocah kelahiran Karawang yang datang merantau untuk mengenyam pendidikan Belanda itu pun jadi rindu kampung halamannya. Ia akhirnya nekat pulang untuk melepas kangen pada keluarganya.


Di Batavia, Subardjo dan kakaknya, Abdul Rachman, dikirim ayahnya untuk bisa belajar di sekolah Belanda lantaran di Karawang belum ada satupun sekolah Belanda. Berbekal biaya dari orangtua dan kakek-nenek, mereka berangkat ke Batavia dan ‘ngekos’ di rumah-pondokan di Kwitang milik seorang Jawa, Suwandi.


Suwandi menganggap Subardjo dan Rachman sebagai anak sendiri. Ia sempat khawatir ketika pada suatu hari Subardjo minta pulang ke Karawang. Pasalnya, Subardjo harus tertinggal setahun karena masih harus memperdalam bahasa Belanda, sementara Rachman yang sudah fasih bahasa Belanda, sibuk di sekolahnya. Namun, Subardjo tetap minta pulang meski sendiri. Suwandi yang iba lalu hanya bisa mengongkosinya pulang ke Karawang dengan keretaapi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page