top of page

Korea Merajut Persatuan Lewat Olahraga

Bahu-membahu di bawah panji Unifikasi. Melebur jadi satu dengan menghayati lagu “Arirang”.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kontingen Korea Selatan dan Korea Utara bergabung jadi satu rombongan defile di Upacara Pembukaan Asian Games 2018 (Foto: INASGOC)

22 Agu 2018
3 menit membaca

Diperbarui: 15 Apr

STADION Utama Gelora Bung Karno menjadi saksi bisu momen bersejarah Sabtu, 18 Agustus 2018, lalu. Bukan hanya soal upacara pembukaan Asian Games XVIII nan mengagumkan, namun juga momen bersatunya dua bangsa Korea –Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut).


Dalam defile kontingen, para atlet kedua negara berjalan bersama sambil menyapa puluhan ribu hadirin. Mereka mengenakan busana santai bercorak putih-biru plus bendera unifikasi berwarna dasar putih bermotif Semenanjung Korea berwarna biru.


Saat kontingen istimewa itu berlalu di tengah arena, seketika Wakil Perdana Menteri (PM) Korut Ri Yong-nam dan PM Korsel Lee Nak-yeon bangun dari kursi lantas bergandengan tangan sambil melambaikan tangan ke arah kontingen. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi ikut berdiri turut memberi hormat. Tak ketinggalan Presiden Joko Widodo ikut memberi tepuk tangan dan lambaian tangan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
transparant.png
bottom of page